Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Kolaborasi Pemkot dan PA Surabaya Berhasil Tekan Angka Dispensasi Kawin hingga 61,63 Persen
  • Yankes Bergerak Jatim Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa di Pulau Sapudi, Temukan Gejala Kecemasan Siswa
  • Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Khofifah Ajak Warga Ikuti Jalan Sehat Berhadiah Umroh di Surabaya
  • Guru Besar ITS Kembangkan Teknologi Ubah Limbah Aluminium Jadi Listrik Ramah Lingkungan Berbasis Hidrogen
  • Curhatorium, Inovasi Mahasiswa UNAIR Hadirkan Platform Kesehatan Mental untuk Generasi Muda
  • Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar
  • Gubernur Khofifah Lantik Pengurus IKA FH UNAIR 2025-2030, Dorong Alumni Perluas Jejaring dan Buka Peluang Karier
  • Bappenas Soroti Hambatan Birokrasi dan Integrasi Data dalam Mewujudkan Jaminan Kualitas Hidup Rakyat
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Guru Besar ITS Kembangkan Teknologi Ubah Limbah Aluminium Jadi Listrik Ramah Lingkungan Berbasis Hidrogen

Guru Besar ITS Kembangkan Teknologi Ubah Limbah Aluminium Jadi Listrik Ramah Lingkungan Berbasis Hidrogen

PERISTIWA Ita Nasyi’ah15/06/2026 - 16:55 WIB
Prof. Dr.-Ing. Doty Dewi Risanti ST MT (foto: Dok Humas ITS)
Prof. Dr.-Ing. Doty Dewi Risanti ST MT (foto: Dok Humas ITS)

Inovasi energi hijau kembali lahir dari dunia akademik Indonesia. Guru Besar ke-237 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr.-Ing. Doty Dewi Risanti ST MT, memperkenalkan teknologi yang mampu mengubah limbah aluminium menjadi sumber listrik berbasis hidrogen. Terobosan ini dinilai berpotensi mendukung transisi menuju energi bersih sekaligus menjawab tantangan pengelolaan limbah industri yang selama ini masih menjadi persoalan global.

Dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai profesor, Prof. Doty Dewi Risanti menjelaskan bahwa ketergantungan dunia terhadap sumber energi konvensional telah menimbulkan berbagai dampak ekologis. Selain menghasilkan emisi dan pencemaran lingkungan, penggunaan bahan baku primer secara terus-menerus juga berkontribusi terhadap berkurangnya cadangan sumber daya alam serta meningkatnya volume limbah industri.

Menurut Doty, sistem daur ulang yang selama ini diterapkan masih menghadapi berbagai keterbatasan karena sering kali menyebabkan penurunan kualitas material hasil daur ulang. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan baru yang tidak hanya mampu mengelola limbah secara efektif, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam bentuk sumber energi berkelanjutan.

Berangkat dari tantangan tersebut, akademisi Departemen Teknik Fisika ITS itu mengembangkan metode berbasis proses fisika-metalurgi untuk memanfaatkan limbah aluminium sebagai bahan baku produksi gas hidrogen. Gas hidrogen yang dihasilkan kemudian dapat digunakan sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik dengan lebih efisien dan ramah lingkungan.

Prof. Doty menilai pendekatan ini selaras dengan konsep ekonomi sirkular yang mengedepankan pemanfaatan kembali material tanpa mengurangi kualitasnya. Bahkan, melalui proses yang tepat, material bekas dapat memiliki nilai dan fungsi yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Aluminium dipilih sebagai bahan utama karena memiliki sejumlah keunggulan strategis. Material tersebut dikenal memiliki kerapatan energi volumetrik yang tinggi, tersedia dalam jumlah melimpah di berbagai negara, serta dapat didaur ulang secara berulang tanpa kehilangan karakteristik dasarnya. Potensi tersebut dinilai sangat relevan bagi Indonesia yang tengah berupaya memperkuat ekosistem energi bersih dan industri berkelanjutan.

Dalam penjelasannya, Prof. Doty mengungkapkan bahwa prinsip dasar teknologi yang dikembangkannya memanfaatkan reaksi antara aluminium dan air untuk menghasilkan gas hidrogen. Namun, proses tersebut menghadapi tantangan berupa lapisan oksida alami atau alumina yang terbentuk di permukaan aluminium dan menghambat pelepasan energi.

Selama ini, berbagai metode telah digunakan untuk mengatasi hambatan tersebut, mulai dari penggunaan katalis alkali, perlakuan mekanis melalui milling dan rolling, sonikasi, hingga modifikasi permukaan secara kimiawi. Meski demikian, sebagian besar metode tersebut belum mampu menghasilkan efisiensi produksi hidrogen secara optimal maupun menjaga kestabilan aliran hidrogen yang dihasilkan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Doty mengembangkan pendekatan baru yang menggabungkan rekayasa termodinamika proses, modifikasi permukaan aluminium, dan pengendalian reaksi secara lebih terukur. Melalui pemodelan termodinamika, tim peneliti dapat memahami mekanisme reaksi yang terjadi pada kondisi temperatur dan tekanan tinggi sehingga proses produksi dapat berlangsung lebih efektif.

Selain itu, modifikasi permukaan aluminium dilakukan dengan menjaga lapisan oksida pelindung agar tidak mengalami kerusakan berlebihan. Pendekatan ini memanfaatkan mekanisme yang disebut inverse biomimetic lotus-effect untuk meningkatkan efisiensi proses pembentukan hidrogen.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pengendalian temperatur selama reaksi berlangsung. Sebab, proses pembentukan hidrogen menghasilkan panas yang dapat memicu lonjakan temperatur dan mengganggu kestabilan produksi. Untuk mengatasi hal tersebut, Prof. Doty menerapkan metode co-solvent yang berfungsi sebagai regulator termal alami sehingga suhu tetap terkendali dan aliran hidrogen dapat diproduksi secara stabil.

Penelitian tersebut tidak dilakukan secara mandiri. ITS menjalin kolaborasi dengan sejumlah institusi dan mitra strategis, di antaranya University of Exeter, Inggris, Universitas Kristen Petra Surabaya, perusahaan pengolahan limbah logam Aeramine Ltd, Gringgo Indonesia, serta PLN Nusa Power. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan teknologi menuju tahap implementasi yang lebih luas.

Inovasi yang dikembangkan Prof. Doty juga memiliki relevansi kuat dengan agenda pembangunan berkelanjutan global atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta tujuan ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Melalui penelitian ini, Prof. Doty berharap konsep daur ulang berbasis ekonomi sirkular dapat semakin diperhatikan dan diterapkan secara luas. Dengan memanfaatkan limbah aluminium sebagai sumber energi hidrogen, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sistem energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan sekaligus mengurangi beban limbah industri di masa depan. (ita)

energi hidrogen Energi Ramah Lingkungan ITS Surabaya limbah aluminium Prof Doty Dewi Risanti
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Kolaborasi Pemkot dan PA Surabaya Berhasil Tekan Angka Dispensasi Kawin hingga 61,63 Persen

15/06/2026 - 17:05 WIB

Yankes Bergerak Jatim Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa di Pulau Sapudi, Temukan Gejala Kecemasan Siswa

15/06/2026 - 17:01 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Khofifah Ajak Warga Ikuti Jalan Sehat Berhadiah Umroh di Surabaya

15/06/2026 - 16:58 WIB

Curhatorium, Inovasi Mahasiswa UNAIR Hadirkan Platform Kesehatan Mental untuk Generasi Muda

15/06/2026 - 16:52 WIB

Gubernur Khofifah Lantik Pengurus IKA FH UNAIR 2025-2030, Dorong Alumni Perluas Jejaring dan Buka Peluang Karier

14/06/2026 - 13:59 WIB

Bappenas Soroti Hambatan Birokrasi dan Integrasi Data dalam Mewujudkan Jaminan Kualitas Hidup Rakyat

14/06/2026 - 13:56 WIB

Comments are closed.

Kolaborasi Pemkot dan PA Surabaya Berhasil Tekan Angka Dispensasi Kawin hingga 61,63 Persen

15/06/2026 - 17:05 WIB

Yankes Bergerak Jatim Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa di Pulau Sapudi, Temukan Gejala Kecemasan Siswa

15/06/2026 - 17:01 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Khofifah Ajak Warga Ikuti Jalan Sehat Berhadiah Umroh di Surabaya

15/06/2026 - 16:58 WIB

Guru Besar ITS Kembangkan Teknologi Ubah Limbah Aluminium Jadi Listrik Ramah Lingkungan Berbasis Hidrogen

15/06/2026 - 16:55 WIB

Curhatorium, Inovasi Mahasiswa UNAIR Hadirkan Platform Kesehatan Mental untuk Generasi Muda

15/06/2026 - 16:52 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.