Universitas Airlangga (UNAIR) melantik 96 dokter Spesialis 1 dan dokter Spesialis 2 Angkatan ke-157 pada Rabu (24/6/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum lahirnya tenaga dokter spesialis baru yang dipersiapkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Prosesi pelantikan turut menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan profesi sekaligus awal perjalanan pengabdian para lulusan dalam menjalankan tanggung jawab kemanusiaan di bidang kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menegaskan bahwa ilmu kedokteran spesialis harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat, profesi dijalankan sebagai bentuk pengabdian, dan keberhasilan dimaknai sebagai sarana menghadirkan manfaat bagi sesama.
Menurutnya, kelulusan para dokter spesialis tidak seharusnya dipandang sebagai titik akhir proses akademik, melainkan gerbang menuju pengabdian yang lebih luas.
“Kelulusan ini bukan sekadar akhir dari sebuah proses pembelajaran, melainkan gerbang menuju pengabdian yang lebih luas bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Sinergi Pendidikan Cetak Dokter Spesialis
Prof. Madyan menyampaikan bahwa capaian para lulusan tidak terlepas dari sinergi antara Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR, RSUD Dr. Soetomo, serta rumah sakit jejaring yang selama ini menjadi bagian dari sistem pendidikan dokter spesialis.
Kolaborasi tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mencetak dokter spesialis yang unggul secara akademik, memiliki integritas, serta mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Ia menekankan bahwa proses pendidikan yang dijalani melalui kerja sama berbagai institusi kesehatan tersebut juga membentuk karakter lulusan melalui nilai HEBAT, yaitu Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent.
Menurutnya, nilai tersebut perlu menjadi fondasi dalam menjalankan profesi dan menghadapi dinamika dunia medis yang berkembang cepat.
“Nilai-nilai HEBAT harus menjadi landasan dalam setiap langkah profesional Saudara, baik dalam memberikan pelayanan kesehatan maupun saat menghadapi tantangan dunia medis yang terus berkembang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prof. Madyan mengatakan bahwa di balik setiap gelar dokter spesialis terdapat proses panjang yang dilalui dengan disiplin, ketekunan, pengorbanan, dan komitmen tinggi.
Ia menilai pelantikan ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan yang dijalani secara konsisten dapat menghasilkan capaian profesional yang berdampak.
“Pelantikan ini menjadi bukti bahwa setiap tantangan yang dihadapi dengan kegigihan akan bermuara pada keberhasilan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater serta terus mengembangkan profesionalisme melalui inovasi, kemampuan beradaptasi, dan komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu.
Selain kompetensi teknis, para lulusan juga diingatkan untuk tetap menjunjung integritas dan nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesi.
“Jadilah sosok yang melampaui batas dirinya demi memberi manfaat yang lebih besar bagi umat manusia,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Prof. Madyan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh dokter Spesialis 1 dan Spesialis 2 Angkatan ke-157.
Ia berharap para lulusan mampu menjadi sumber harapan sekaligus menghadirkan manfaat nyata melalui dedikasi dan profesionalisme yang dimiliki.
Capaian Akademik dan Tanggung Jawab Sosial
Sementara itu, perwakilan keluarga wisudawan, Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono, menyampaikan bahwa capaian sebagai dokter spesialis merupakan salah satu bentuk pencapaian akademik yang memerlukan proses panjang dan komitmen tinggi.
Menurutnya, para lulusan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung kemajuan bangsa.
“Saudara-saudara yang baru lulus ini harus membawa bangsa dan negara menuju kemajuan. Hari ini kalian semua berbahagia, dan saya pun merasa terharu karena dokter spesialis merupakan capaian akademik yang sangat tinggi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Hendropriyono juga menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Universitas Airlangga yang dinilainya terus menunjukkan kemajuan, baik dari aspek infrastruktur maupun penguatan nilai dalam kehidupan akademik.
Ia menilai perkembangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan institusi pendidikan yang terus menjaga kualitas dan relevansinya.
“Kemajuan UNAIR, mulai dari fisiknya hingga rohnya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Airlangga memiliki banyak kenangan dan ingatan yang membanggakan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang diperoleh selama pendidikan perlu diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan akademik akan memiliki makna yang lebih besar apabila disertai integritas, moralitas, dan semangat pengabdian.
“Saudara-saudara dijadikan orang pintar untuk mengabdi. Teruslah bergerak maju menuju masa depan yang cemerlang. Kepintaran tanpa moral adalah kosong,” tegasnya.
Melalui pelantikan dokter Spesialis Angkatan ke-157 ini, Universitas Airlangga berharap para lulusan mampu memperkuat layanan kesehatan nasional serta menjadi bagian dari sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat luas. (ita)

