Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar menerapkan pola konsumsi pangan yang lebih beragam. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong konsumsi ikan air payau sebagai sumber protein hewani bergizi yang mudah diperoleh dan berpotensi menjadi menu harian keluarga untuk mendukung ketahanan pangan.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkot Surabaya mengajak masyarakat untuk tidak bergantung pada satu jenis sumber protein. Diversifikasi konsumsi pangan dinilai penting guna memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung penerapan pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa kampanye diversifikasi pangan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat. Menurutnya, berbagai sumber protein hewani seperti ikan, telur, maupun pangan lokal lainnya memiliki nilai gizi tinggi yang dapat dimanfaatkan secara optimal.
Nanik menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat dilakukan melalui sejumlah program berkelanjutan. Di antaranya Lomba Cipta Menu B2SA, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), serta berbagai pelatihan pengolahan pangan berbasis potensi lokal yang bertujuan memperkenalkan variasi menu sehat kepada masyarakat.
Ia menilai ikan air payau merupakan salah satu sumber protein yang layak menjadi pilihan utama karena mengandung protein berkualitas, mudah diperoleh, dan memiliki pasokan yang relatif stabil dari kawasan pesisir maupun sentra perikanan di Jawa Timur. Kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi masyarakat Surabaya dalam memperoleh bahan pangan bergizi dengan lebih mudah.
Melalui program Gemarikan, Pemkot Surabaya juga berupaya membangun kebiasaan masyarakat agar menjadikan ikan sebagai bagian dari konsumsi sehari-hari. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan protein keluarga sekaligus memperbaiki kualitas gizi masyarakat.
Selain memberikan edukasi, Pemkot Surabaya memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut menghadirkan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga yang lebih terjangkau sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas secara lebih mudah.
Nanik berharap berbagai program yang dijalankan mampu mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi lebih beragam dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Menurutnya, ikan air payau dapat menjadi salah satu sumber protein unggulan yang mendukung pola makan sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pemkot Surabaya juga menilai diversifikasi pangan memiliki manfaat yang lebih luas, tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Melalui konsumsi yang lebih beragam dan seimbang, masyarakat diharapkan semakin sehat, sementara sektor perikanan dan pangan lokal turut memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan. (ita)

