Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Akui Martabak Gibran Lebih Unggul

Akui Martabak Gibran Lebih Unggul

EKONOMI BISNIS redaksi19/12/2017 - 10:00 WIB

Presiden Joko Widodo yang sudah membangun usaha di bidang furnitur selama 27 tahun dan sekarang masih hidup mengaku sempat schok saat mengetahui ternyata anaknya yang pertama justru lebih tertarik untuk berjualan martabak.

“Anak saya pertama datang ke saya, `Pak saya mau jualan martabak`. Ini (usaha) sudah gede tinggal diurusin, saya shock juga, waduh jualan martabak,” kata Presiden Jokowi saat menjadi pembicara kunci pada acara Entrepreneurs Wanted! (EW!) di Gedung Sasana Budaya Ganesha, kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Senin (18/12) pagi.

Menurut Presiden, usaha furnitur yang dimilikinya sampai sekarang masih hidup. Bahkan produknya diekspor ke Eropa, Amerika. Sekarang banyak ke Korea, Jepang.

Karena itu, Jokowi mengaku sedih karena anak-anaknya tidak ada yang mau meneruskan usaha yang dirintisnya. “Padahal pabrik gede ada, alat produksi ada, tinggal nerusin dan gedein enggak ada yang mau,” ucap Jokowi.

Kalah
Namun Presiden memuji kejelian anaknya memilih bidang usaha. Karena terbukti, hanya dalam waktu lima tahun saja brand value pabrik furnitur yang dibangunnya kalah dibandingkan brand value martabak milik Gibran Rakabuming, putra sulungnya.

“Baru 5 tahun brand value pabrik kayu yang saya miliki kalah dengan martabak yang Gibran miliki, lebih besar Gibran 5 kali lipat,” ungkap Jokowi.

Hal itulah, menurut Presiden, yang membedakan antara generasi tua dengan generasi muda saat ini. Ketika generasinya dahulu lebih bangga jika memiliki aset besar, karyawan banyak, dan ekspor besar. Saat ini menurut Presiden, ada hal yang lebih besar nilainya yakni brand value.

Belum urusan martabak rampung, lanjut Presiden, anaknya yang kecil (Kaesang) belum lama ini menyampaikan ingin jualan pisang goreng.

“Aduh yang martabak belum, ini satunya pisang goreng,” ucap Jokowi disambut tawa pengunjung yang hadir di acara tersebut.

Namun, Jokowi mengatakan, dirinya tidak akan menghalangi kedua anaknya untuk membangun usahanya. Ia belajar dari pengalaman si sulung, Gibran, yang berhasil membangun brand martabak Markobar hanya dalam waktu lima tahun.

Untuk itu, Jokowi pun mendorong generasi muda agar tidak ragu memulai bisnis sekecil apa pun. Ia menyebutkan, tidak perlu perencanaan yang terlalu bertele-tele yang mengakibatkan usaha tersebut malah tidak berjalan.

“Kapan mulainya tidak ada waktu yang tepat. Memulai bisa kapan saja, yang jelas tidak akan pernah jadi kalau tidak memulai. Yang penting jangan gengsi,” tutur Jokowi.

Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Staf Presiden bekerjasama dengan ITB itu dihadiri oleh sekitar 1.000 anak muda atau generasi millenials dari berbagai perguruan tinggi di tanah air. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.