Kiprah alumni Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menembus level internasional. Dian Wulandari, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR angkatan 2002, dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Direktur ASEAN Digital Center (ADC) untuk periode 2026–2028.
Penunjukan tersebut dilakukan melalui Pusat Kelembagaan Internasional di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital, sebagai representasi Indonesia dalam memperkuat kerja sama transformasi digital di kawasan Asia Tenggara.
Rekam Jejak Panjang di Sektor Pemerintahan
Dian memulai kariernya sebagai aparatur sipil negara di Kementerian Komunikasi dan Digital sejak 2008. Selama hampir dua dekade, ia terlibat dalam berbagai program strategis, termasuk penguatan kerja sama internasional di lingkup ASEAN.
Pengalaman tersebut semakin diperkaya dengan pendidikan magister di University of Leeds, Inggris, yang memperdalam kompetensinya di bidang komunikasi, khususnya dalam konteks politik dan kebijakan publik.
Bekal akademik dan pengalaman lapangan tersebut menjadi landasan kuat bagi Dian dalam menjalankan peran barunya yang berfokus pada pengembangan kebijakan digital di tingkat regional.
Peran Strategis dalam Transformasi Digital ASEAN
Sebagai Direktur ASEAN Digital Center, Dian bertanggung jawab mengoordinasikan implementasi berbagai agenda transformasi digital yang disepakati oleh negara-negara anggota ASEAN. Peran ini mencakup penguatan kolaborasi lintas negara dalam kerangka ASEAN Digital Senior Officials Meeting (ADGSOM).
Tugas tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membutuhkan kemampuan diplomasi yang tinggi. Setiap kebijakan digital yang dirumuskan harus mampu mengakomodasi kepentingan beragam negara anggota, sekaligus menghasilkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dian menilai bahwa transformasi digital harus bersifat inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat di kawasan ASEAN.
Fondasi Ilmu Komunikasi Jadi Kunci
Kesuksesan yang diraih Dian tidak lepas dari dasar keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNAIR. Ilmu komunikasi membentuk cara berpikir yang kritis dan adaptif, sekaligus memperkuat kemampuan dalam membangun relasi dan kepercayaan.
Dalam konteks kerja sama internasional, kemampuan komunikasi dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kredibilitas serta membangun kesepahaman antarnegara.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Dian juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan generasi muda agar tidak ragu memulai karier dari langkah kecil. Menurutnya, pengalaman awal menjadi fondasi penting dalam membangun profesionalisme dan kedisiplinan.
Ia menekankan pentingnya konsistensi serta integritas dalam perjalanan karier, terutama bagi mereka yang ingin berkiprah di sektor pemerintahan maupun forum internasional.
Dengan pencapaian ini, kontribusi alumni UNAIR kembali menunjukkan bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing dan berperan aktif dalam dinamika global, khususnya di bidang transformasi digital. (tas)

