Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PROFIL»Anak Solo Jadi Doktor di Korea

Anak Solo Jadi Doktor di Korea

PROFIL redaksi31/08/2017 - 12:00 WIB

Pendekatan baru yang dikenal dengan hybrid ternyata bisa dipakai dalam pemisahan senyawa kimia. Tidak main-main, teori itu ditemukan oleh seorang anak muda Indonesia bernama Gregorius Rionugroho Harvianto di Yeungnam University, Korsel.

Anak muda asal Solo yang besar di Jakarta dan Yogyakarta itu mengaku langsung mendapat pekerjaan “basah” di Korea. Setelah jago, ia baru akan pulang kampung.

Disertasinya yang berjudul “Hybrid Separation Approach for Solving Azeotropic and Close-Boiling Mixtures”, menawarkan suatu pendekatan yang efisien. Diharapkan, teorinya ini bisa dikembangkan untuk kemnafaatan yang lebih besar.

Sebagaimana diketahui, teknologi pemisahan senyawa kimia merupakan proses yang digunakan untuk mendapatkan produk yang murni dari campuran senyawa kimia.

Pengolahan minyak bumi yang merupakan campuran hidrokarbon, misalnya, akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dalam keadaan murni seperti produk yang dikenal di pasaran, layaknya LPG, pelumas, aspal, avtur, gasoline. Teknologi pemisahan yang hemat energi dan efektif sangat dibutuhkan dalam keberlanjutan industri kimia dan petrokimia.

Salah satu permasalahan utama dalam pemisahan adalah saat terdapat campuran senyawa kimia yang memiliki kondisi tidak ideal ( azeotrop) dan atau titik didih yang sangat dekat antara satu senyawa dengan senyawa lainnya.

Secara konvensional, dibutuhkan teknologi yang kompleks dan mahal untuk mendapatkan produk dengan kemurnian tinggi jika di dalam senyawa kimia yang akan dipisahkan terdapat permasalahan tersebut. Terdapat bermacam proses pemisahan yang umumnya beroperasi secara individu, seperti: distilasi, ekstraksi, membran, dan absorpsi.

Disertasi ini menawarkan pendekatan teknologi hybrid yang secara signifikan dapat mengurangi kebutuhan biaya dan energi demi keberlangsungan industri, pemaksimalan potensial masing-masing teknologi pemisahan yang digabungkan serta mengeliminasi kekurangan dari masing-masing teknologi tersebut.

Teknologi hybrid ini didesain dengan pendekatan melalui proses simulasi dengan menggunakan simulator komersial yang umumnya digunakan di industry.

Menurut Rio, demikian ia dipanggil, teorinya disusun selama 3.5 tahun dengan berbagai kesulitan, seperti data eksperimen yang belum ada untuk senyawa tertentu, sehingga harus melakukan eksperimen untuk pengujian sebelum membuat desain teknologi hybrid tersebut.

Selain itu, model membran yang tidak terdapat dalam simulator, sehingga pembuatan model matematis diperlukan terlebih dahulu sebelum menawarkan desain.

Dalam disertasi ini, terdapat berbagai contoh studi kasus pada industri kimia dimana teknologi hybrid yang diajukan menunjukkan performa yang lebih baik (dari segi biaya dan ramah lingkungan) dibandingkan teknologi konvensional yang saat ini digunakan di industri.

Setelah lulus, Rio mengaku akan bekerja sebagai konsultan teknik kimia di kota Ulsan, tepatnya di kawasan industry “Onsan Industrial Complex” dimana terdapat “Onsan Refinery” merupakan kilang minyak terbesar ke-5 di seluruh dunia dengan kapasitas sebesar 669.000 barrel per hari.

“Di sana saya akan belajar lebih dalam mengenai teknologi tingkat tinggi dalam proses pemisahan senyawa industry kimia, khususnya implementasi secara nyata. Sehingga, besar harapannya semua teknologi tingkat tinggi, termasuk teknologi hybrid ini dapat diimplementasikan secara masif di industri kimia dan petrokimia yang terdapat di Indonesia,” ujar anak kelahiran 1991 ini.

Manfaat yang diharapkan dengan teknologi ini adalah didapatkan laju produksi industry kimia yang semakin meningkat dengan biaya modal dan biaya operasi yang rendah serta gas buang ke lingkungan yang rendah. (ist/Sumber: KBRI Seoul)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Khofifah Raih Penghargaan Nasional CSR Desa Berkelanjutan 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Desa Mandiri

25/04/2026 - 10:10 WIB

Formula 1 Resmi Kembali ke Istanbul Park Mulai 2027, Kontrak Lima Tahun Perkuat Ekspansi Global

24/04/2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Amelia Febriani, Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Global Lewat Inovasi Pendidikan Berbasis Empati

08/04/2026 - 21:16 WIB

Perjalanan Inspiratif Alumni FK Unair di Gaza

06/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.