Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pemberdayaan desa kembali menuai pengakuan nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2026 dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program Desa Wisata Alam Gosari di Kabupaten Gresik yang dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan CSR untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Ni Luh Enik Ermawati kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Jakarta.

Dalam keterangannya di Surabaya, Khofifah menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan desa. Ia menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam mengembangkan potensi desa yang selama ini belum tergarap optimal.
Desa Wisata Alam Gosari menjadi contoh konkret bagaimana intervensi CSR mampu mendorong transformasi desa. Melalui dukungan dari PLN UID Jawa Timur, desa tersebut menerima berbagai fasilitas penunjang, mulai dari infrastruktur wisata, sarana publik, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sejak 2024 hingga 2026, bantuan yang diberikan mencakup pembangunan fasilitas fisik seperti jalur pedestrian, gapura, dan kamar mandi umum, serta penyediaan sarana wisata seperti ATV listrik dan kereta sawah. Selain itu, program penguatan kapasitas masyarakat juga dilakukan melalui pelatihan digital marketing dan pengembangan UMKM lokal.
Khofifah menilai, dampak dari program tersebut tidak hanya terlihat dari peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga dari tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat desa. Ia menyebut bahwa keberhasilan Desa Gosari menunjukkan bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru jika didukung dengan strategi yang tepat.
Lebih lanjut, Khofifah mengajak lebih banyak pihak, baik BUMN, BUMD, maupun sektor swasta, untuk terlibat aktif dalam pengembangan desa. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan mempercepat proses pembangunan sekaligus memperluas dampak sosial ekonomi di tingkat lokal.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam program CSR. Tidak hanya sekadar bantuan jangka pendek, tetapi harus disertai pendampingan dan evaluasi berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menekankan bahwa pembangunan desa membutuhkan sinergi berbagai pihak. Ia menyebut kolaborasi menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi pembangunan nasional berbasis desa.
Di sisi lain, Ni Luh Enik Ermawati mengapresiasi perkembangan desa wisata di Jawa Timur yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat. Ia menilai desa wisata tidak hanya menjadi destinasi, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang konsisten dalam mengembangkan desa berbasis potensi lokal dan kolaborasi multipihak. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun berkomitmen untuk terus memperluas model pemberdayaan ini ke berbagai desa lain.
Dengan semakin banyaknya desa yang berkembang melalui pendekatan serupa, diharapkan tercipta ekosistem pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global. (tas)

