Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Aplikasi Bantu Pengobatan Paliatif HIV/AIDS

Aplikasi Bantu Pengobatan Paliatif HIV/AIDS

KESEHATAN redaksi14/01/2020 - 12:00 WIB

Riwayat tindakan medis sangat penting terutama bagi perawat residen untuk memberikan perawatan selanjutnya kepada pasien.

Hanya saja, tidak semua perawat dapat melacaknya, seperti halnya perawat residen RSUD Dr. Soetomo yang kesulitan melacak tindakan medis untuk pasien HIV/AIDS.

Dari masalah tersebut, Hendriyan Ogivano mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST UNAIR) bersama dengan tim menciptakan aplikasi untuk membantu pengobatan paliatif pasien HIV/AIDS yang diberi nama “Med Buddies HIV/AIDS Medication Partner”.

Aplikasi tersebut dapat membantu pasien untuk menjadwalkan minum obat secara teratur.

“Kami membuat suatu aplikasi untuk membantu pengobatan paliatif pasien HIV/AIDS karena seringkali teman-teman penderita HIV/AIDS tidak minum obat secara rutin,” jelas mahasiswa Sistem Informasi tersebut.

Tim Hendriyan antara lain Najibullah Ulul Albab mahasiswa FST, Rizki Jian Utami mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp), Rahmatul Habibah (FKP), dan Asih Parama Anindhia (FKP).

Menurut Hend, sapaan akrabnya, ada beberapa tahap yang dilakukan dalam penelitian tersebut. Di antaranya yakni brainstorming, mencari solusi dan implementasi ke dalam sistem aplikasi. Tahap brainstorming, lanjutnya, dilakukan untuk mencari akar permasalahan.

“Tahap awal yaitu melakukan brainstorming berulang kali untuk menemukan pokok masalah, lalu melakukan solusi dari permasalahan tersebut secara tepat. Setelah itu baru implementasi ke dalam sistem aplikasi,” jelas mahasiswa angkatan akhir tersebut.

Hend menyampaikan bahwa dalam prosesnya, waktu menjadi salah satu kesulitan. Hal tersebut karena sulitnya mencari waktu yang tepat untuk melakukan brainstorming yang dilakukan secara berkali-kali.

“Kesulitannya mungkin masalah mencari waktu yang tepat karena kan brainstorming dilakukan berkali-kali dan teman-teman juga waktu kosongnya tidak sama,” tuturnya.

Hend juga mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut telah melalui proses pengembangan dan telah diuji coba bersama tim. Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga dapat diunduh melalui play store.

Dengan adanya aplikasi tersebut, Hend berharap ke depan aplikasi tersebut dapat berkembang lebih luas lagi tidak hanya masalah HIV/AIDS tetapi juga untuk penyakit-penyakit yang lain.

Aplikasi tersebut menghantarkan Hend mendapatkan Silver Award kategori Best Project dalam ajang Management & Science University on Idea Regeneration Expo 2019 (MSU iREX 2019), pada 16-17 Desember 2019, di Chancellor Hall, Management & Science University, Malaysia.

Selain itu, aplikasi tersebut juga mendapatkan gold award dalam ajang International Exhibition of Research, Idea & Innovation on Creative and Humanizing pada (16-18/12/19) bertempat Convention Hall, Level 5 E-Learning , Sultan Abdul Jalil Shah Campus (KSAJS), Sultan Idris Education University (UPSI), Malaysia. (ita)

HIV/AIDS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.