Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Aplikasi e-Jatim Sehat untuk Indonesia

Aplikasi e-Jatim Sehat untuk Indonesia

KESEHATAN redaksi18/01/2020 - 14:00 WIB

Guna mengurangi risiko persebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat, tim dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan sebuah aplikasi bernama e-Jatim Sehat.

Ketiga dosen tersebut yakni Wiwik Anggraeni SSi MKom dari Departemen Sistem Informasi, Dr Eko Mulyanto Yuniarno ST MT dan Prof Dr Ir Mauridhi Hery Purnomo MEng dari Departemen Teknik Komputer.

Wiwik Anggraeni menjelaskan, latar belakang dari penelitian tersebut adalah adanya fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat penderita DBD yang tinggi. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, hingga Januari 2019 ada 13.683 kasus dan 133 orang meninggal dunia akibat DBD.

“Karenanya, dibutuhkan prediksi persebaran DBD untuk beberapa tahun ke depan agar Indonesia lebih maksimal dalam mengantisipasi persebaran penyakit tersebut,” jelasnya.

Alumnus S1 Sistem Informasi ITS ini juga menerangkan, bahwa Kota Malang menjadi salah satu kota dengan tingkat DBD yang tinggi. Sepanjang Januari 2019 tercatat 72 orang di Kota Malang telah terjangkit DBD. Karenanya, Wiwik dan tim memilih Kota Malang sebagai percobaan penelitian pertama.

“Namun tidak menutup kemungkinan, bahwa aplikasi e-Jatim Sehat dapat diaplikasikan ke berbagai daerah di Indonesia,” tukasnya.

Dipaparkan Wiwik, Aplikasi e-Jatim Sehat adalah aplikasi yang difungsikan untuk memprediksi, memberikaan visualisasi, dan Decision Support System untuk mengurangi persebaran penyakit demam berdarah di Indonesia.

Sasaran dari aplikasi ini, menurut Wiwik, adalah instansi kesehatan seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan Daerah. “Aplikasi ini nantinya akan memudahkan instansi kesehatan untuk melihat prediksi persebaran DBD hingga beberapa tahun ke depan,” ungkap perempuan ITS asal Madiun ini.

Wiwik menjelaskan, penelitian ini ia mulai sejak tahun 2016 bersama timnya dari Sistem Informasi ITS dalam Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) yang dulunya dibawahi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Penelitian awal aplikasi ini masih sebatas prediksi dan viusalisasi saja, kemudian sekarang kami kembangkan dengan menambahkan Decision Support System (DSS),” ungkapnya.

DSS merupakan peringatan dan saran yang bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mengurangi jumlah penyebaran DBD berdasarkan prediksi yang ada. Melalui DSS ini, Dinas Kesehatan dapat lebih siap untuk mengantisipasi dampak dari persebaran DBD yang akan terjadi.

“DSS juga disesuaikan dengan jadwal yang tepat bagi Dinas Kesehatan dalam melakukan tindakan antisipasi tersebut,” terang alumnus S2 Teknik Informatika ITS ini.

Wiwik juga menerangkan, selain memiliki DSS untuk mendukung mitigasi persebaran DBD. Aplikasi e-Jatim Sehat ini juga melibatkan banyak faktor dalam memprediksi persebaran DBD, sehingga data yang didapatkan lebih akurat.

“Faktor tersebut di antaranya adalah iklim, suhu, curah hujan, kecepatan angin, topografi wilayah, dan jumlah penduduk,” imbuhnya.

Aplikasi e-Jatim Sehat ini telah diujicobakan ke Dinas Kesehatan di Kota Malang. Wiwik menuturkan, tanggapan masyarakat mengenai aplikasi ini sangat baik. Mereka mengaku terbantu untuk mempersiapakan tindakan antisipasi penyebaran DBD di Kota Malang.

“Melalui prediksi yang ada, mereka juga terbantu dalam membuat anggaran, seperti berapa banyak imunisasi yang dibutuhkan, dan yang lainnya,” tuturnya.

Wiwik dan tim berharap, ke depannya aplikasi ini dapat digunakan di semua instansi kesehatan dan mamapu menekan angka penderita DBD di Indonesia. “Intinya, semoga aplikasi ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Indonesia,” tandasnya. (ita)

e-Jatim
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Tim Gabungan Unair Ikut Tangani Korban Bencana Sumatera

06/12/2025 - 21:00 WIB

Dampak Mikroplastik Terhadap Ekosistem

28/11/2025 - 13:00 WIB

Kapal Ksatria Airlangga Hadirkan Layanan Dokter Spesialis

27/11/2025 - 13:00 WIB

Khofifah Minum Susu Bareng Siswa SD

27/11/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.