Komitmen Jawa Timur dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditegaskan melalui penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2025 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Senin (29/12/2025).
Penghargaan yang diinisiasi Pemprov Jatim ini menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai elemen masyarakat yang dinilai konsisten menjaga lingkungan hidup, mulai dari desa dan kelurahan, komunitas, sekolah, pesantren, hingga individu pegiat lingkungan.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa tantangan lingkungan di Jawa Timur semakin kompleks seiring dampak perubahan iklim dan pertumbuhan aktivitas manusia. Karena itu, kesadaran kolektif menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang lestari dan berkeadaban.
“Harapan besar justru lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Dari kesadaran individu, tumbuh gerakan bersama untuk menjaga lingkungan hidup,” ungkap Khofifah.
Pada Kategori Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari (BERSERI) Terbaik 2025, sejumlah desa dan kelurahan dari Malang, Tuban, Surabaya, Trenggalek, Lumajang, Kediri, Pasuruan, Gresik, dan Blitar menerima penghargaan atas praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sementara itu, pada Kategori Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama, penghargaan diberikan kepada RW di Kota Madiun, Surabaya, dan Kabupaten Gresik yang dinilai aktif dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Di sektor pendidikan, penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi 2025 diraih oleh SMKN 2 Kota Mojokerto, SMPN 2 Taman Sidoarjo, serta SD Negeri Wonorejo 02 Kabupaten Madiun. Sedangkan pada Kategori Eco Pesantren, penghargaan diberikan kepada pesantren di Gresik, Jombang, dan Sidoarjo yang konsisten menerapkan pengelolaan lingkungan berbasis nilai keagamaan.
Selain itu, Penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup (PFLH) diberikan kepada komunitas pecinta alam serta individu pembina dan perintis lingkungan dari Pasuruan, Jombang, dan Probolinggo.
Melalui penghargaan ini, Pemprov Jawa Timur berharap praktik-praktik baik dalam menjaga lingkungan dapat direplikasi secara lebih luas dan menjadi bagian dari budaya pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur. (tas)
