Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Badan Silaturahmi Ulama Madura Temui Khofifah

Badan Silaturahmi Ulama Madura Temui Khofifah

KOMUNITAS redaksi09/01/2023 - 15:00 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Badan Silaturahmi Ulama Madura (BASRA) untuk mendiskusikan pada upaya-upaya memajukan kawasan Madura dengan merujuk pada program kerja Nawa Bhakti Satya yang diusung Pemprov Jawa Timur.

Tercatat sembilan orang Kyai asal Kab. Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep yang hadir pada pertemuan silaturrahim tersebut. Diantaranya, KH Imam Bukhori Kholil, KH Achmad Makki Nashir, Dr KH Mukhlis Muhsin, KH Syafiuddin Abdul Wahid, Dr KH Muhammad Aunul Abied Shah, Drs KH Muhdhor Abdullah, KH Ali Rahbini Abdul Lathif dan KH Sufyan Absi.

Hal ini disebut Khofifah sebagai upaya memajukan dan memuliakan masyarakat Jawa Timur, termasuk masyarakat Madura di dalamnya. “Tadi siang, saya bersama kepala OPD Pemprov Jatim mengadakan rapat kaitannya program kerja setahun mendatang dan kawasan Madura khususnya Madura Kepulauan merupakan salah satu prioritas dan komitmen kami,” ucapnya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (6/1) malam.

Salah satu program prioritasnya, terang Khofifah adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk di kawasan Madura. Saat ini, Pemprov Jatim bersama Baznas Jatim berkomitmen untuk bisa mewujudkan satu keluarga satu sarjana. Silahkan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Kami bersama Baznas Jatim memiliki program strategis bertajuk satu keluarga satu sarjana. Dimana, ini merupakan program efektif bagi mahasiswa guna membantu meraih gelar sarjananya. Silahkan diakses,” ungkapnya.

Program ini sendiri, berfokus pada pemberian program beasiswa pendidikan bagi para guru Madin di lingkungan Ponpes, untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan tinggi atau Sarjana.

Selain itu, dari sektor pembangunan infrastruktur, Gubernur Khofifah menuturkan telah dan akan terus melakukan penyempurnaan sarana dan prasarana khususnya keluar-masuk Pulau Madura.

Dicontohkan, salah satunya kehadiran Pelabuhan Jangkar di Situbondo yang keberadaannya secara khusus bisa mempercepat akses dari Jatim sisi Timur menuju Madura. Pelabuhan Jangkar sudah menggunakan movable bridge sehingga aman bagi pengendara dan penumpang kapal penyeberangan.

“Ini cara kami memuliakan masyarakat Madura, melalui pembangunan di wilayah pelabuhan yang kita lengkapi kanopi.bagi pejalan kaki dan movible bridge dengan fasilitas baru, lengkap dan modern. Begitu pula dernaga di Dungkek Sumenep dan Gili Iyang Sumenep,” sebut Khofifah.

Terkait pembangunan infrastruktur Khofifah juga menyampaikan bahwa di Kepulauan Sumenep juga sudah lebih banyak yang teraliri listrik. Pemprov Jatim bersama PLN berusaha memaksimalkan elektrifikasi di kepulauan Sumenep.

Melalui Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur juga mengirim tim medis lengkap yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, PPDS, perawat dan tim teknis memberikan layanan di kepulauan.

Khofifah berharap, dengan banyaknya program kerja yang telah disiapkan oleh Pemprov Jatim di Madura maka dukungan dari tokoh dan masyarakat Madura khususnya para Ulama Madura sangat penting.

Hal ini karena kehadiran serta keikutsertaan para ulama akan memberikan kekuatan tersendiri dalam pensuksesan upaya pemuliaan sosial ekonomi masyarakat pasca pandemi dan upaya memajukan Madura. (ita)

Ulama Basra
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.