Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya

Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya

PERISTIWA Ita Nasyi’ah06/06/2026 - 11:40 WIB
Galuh Pramusinta, alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, saat mendampingi program budidaya perikanan masyarakat di Kota Surabaya.

Berbagai program budidaya ikan skala rumah tangga yang berkembang di Kota Surabaya turut didukung oleh peran tenaga teknis di lapangan. Salah satunya adalah Galuh Pramusinta, alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), yang saat ini bertugas sebagai staf perikanan budidaya di Dinas Ketahanan Pangan Kota Surabaya.

Galuh merupakan lulusan Program Studi Budidaya Perairan angkatan 2008 dan termasuk dalam angkatan awal FPK UNAIR ketika fakultas tersebut masih berada di bawah Fakultas Kedokteran Hewan. Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2012, ia memulai karier di sektor budidaya perikanan melalui pengalaman kerja di tambak kawasan Banyuwangi. Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum bergabung dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Surabaya pada 2017 dengan cakupan wilayah kerja seluruh Kota Surabaya.

Dalam menjalankan tugasnya, Galuh tidak hanya menangani aspek administratif, tetapi juga terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berbagai program budidaya perikanan yang menyasar masyarakat. Peran tersebut menjadikannya sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat di lapangan agar program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi perikanan dan ketahanan pangan keluarga.

Menurut Galuh, latar belakang pendidikan yang dimilikinya sangat mendukung pekerjaan yang dijalankan saat ini. Pengetahuan mengenai teknik budidaya, manajemen kualitas air, nutrisi ikan, serta konsep produksi perikanan menjadi dasar dalam menyusun program maupun memberikan rekomendasi teknis kepada kelompok masyarakat.

Ia menilai bahwa setiap program budidaya tidak hanya harus berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan dan kemampuan masyarakat untuk mengelola usaha budidaya secara mandiri dalam jangka panjang.

Kontribusi tersebut terlihat melalui keterlibatannya dalam tim teknis budidaya yang memberikan layanan edukasi, konsultasi, serta pendampingan kepada masyarakat. Pendampingan yang dilakukan mencakup penyusunan desain budidaya, pengelolaan kualitas air, pemanfaatan pakan alami, hingga solusi atas berbagai kendala teknis yang dihadapi pembudidaya.

Pada 2026, Galuh juga terlibat dalam program Pemerintah Kota Surabaya yang ditujukan kepada kelompok Generasi Z dan masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut mendorong budidaya mandiri melalui pemanfaatan lahan terbatas dengan metode budidaya lele dalam ember maupun galon, serta budidaya kepiting menggunakan konsep “kepiting apartemen”.

Program itu menargetkan pembentukan 40 kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya. Setiap kelompok beranggotakan minimal sembilan orang dan didorong untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi serta layak dipasarkan.

Melalui pendampingan teknis yang dilakukan, anggota kelompok tidak hanya mempelajari teknik pemeliharaan ikan, tetapi juga pengelolaan produksi hingga pemasaran hasil budidaya. Dengan demikian, program tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Perkembangan program menunjukkan hasil yang positif. Sejumlah kelompok di kawasan Tenggilis, Rungkut, Karang Pilang, dan Ketintang telah berhasil mengembangkan usaha budidaya dengan memanfaatkan fasilitas umum sebagai lokasi kolam terpal. Di wilayah tersebut, tercatat sekitar 25 unit kolam terpal yang aktif digunakan untuk kegiatan budidaya.

Selain meningkatkan produksi, kelompok-kelompok yang didampingi juga menunjukkan tingkat kemandirian yang semakin baik. Beberapa kelompok telah mampu memproduksi benih sendiri, mengelola pakan secara mandiri, serta membiayai operasional budidaya tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha perikanan secara berkelanjutan. (ita) 

Budidaya Perairan Dinas Ketahanan Pangan Surabaya FPK UNAIR Galuh Pramusinta ketahanan pangan Surabaya perikanan budidaya Pokdakan Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.