Prihatin dengan kelangkaan Minyak Goreng (Migor) Bambang Dwi Hartono menuding Menteri Perdagangan dan pengusaha Migor tidak punya nasionalisme.
Kegeraman itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI disela-sela sosialisasi 4 Pilar di kampus Merah Putih, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Minggu (20/03).
“Mereka membutakan diri terhadap kesulitan rakyat sambil menikmati untung dari tingginya harga jual CPO dunia,” katanya di depan peserta sosialisasi dengan wajah gusar.
Seraya menunjukkan sejumlah antrean panjang pembeli Migor diberbagai kota dan propinsi, Walikota Surabaya ke-23 ini berharap masyarakat kecil tidak lagi dibebani berbagai kesulitan. Utamanya bahan pokok, seperti Migor yang dinilai sudah berlarut-larut tidak ada hasil signifikan.
Bambang DH juga terlihat emosi, ditengah pandemi yang belum berakhir, ekonomi yang belum tumbuh normal, tetapi masyarakat kecil sudah dibebani mencekiknya harga bahan pokok di pasaran. “Tidak hanya mencekik ini, tapi juga tidak ada barangnya,” tambahnya dengan suara meninggi. Sekarang mulai banyak di pasar tapi harga tidak terkontrol, katanya.
Mantan Walikota Surabaya sarat prestasi ini berharap, negara harus hadir saat rakyat terjepit. “Ini bukan negara liberal sehingga gak benar kalau harga2 diserahkan pada mekanisme pasar,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, aktivitis PRRT itu memberi wawasan Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 yang dikemas dalam workshop personal pranding di gedung Graha Prof Roeslan Abdulgani.
Pada peserta yang rata-rata kaum milenial, Bambang DH berpesan agar persatuan dan kesatuan harus dijaga. Agar kerusuhan di republik ini tidak terjadi lagi. (ita)

