Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan penanganan banjir di Kabupaten Situbondo berjalan cepat dan terkoordinasi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau lokasi banjir di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Jumat (23/1/2026).
Khofifah menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan warga terdampak menjadi prioritas utama, di samping upaya teknis pengendalian banjir yang tengah dilakukan.
“Pastikan masyarakat sehat dan merasa tenang,” ujar Khofifah saat berdialog dengan warga dan relawan di lokasi.
Menurutnya, banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang diperparah oleh sedimentasi sungai. Untuk itu, Pemprov Jatim mendorong pengerukan sungai secara signifikan serta penguatan bronjong di titik-titik rawan luapan.
Selain penanganan teknis, Khofifah meminta Pemkab Situbondo memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Saat ini, dua dapur umum telah beroperasi untuk menyediakan makanan siap saji hingga tiga kali sehari.
“Distribusi makanan dan layanan kesehatan harus terus berjalan. Puskesmas terdekat diminta aktif mendukung,” katanya.
Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan logistik berupa ratusan paket sembako, perlengkapan anak, tambahan gizi, selimut, terpal, peralatan masak, hingga bantuan khusus bagi lansia.
Menjelang bulan Ramadan, Khofifah juga meminta pendataan fasilitas ibadah dan pendidikan yang terdampak banjir agar dapat segera ditangani.
Di sektor pertanian, Pemprov Jatim menyiapkan solusi jangka pendek dengan pemasangan pipa air untuk pengairan sawah, mengingat wilayah terdampak telah memasuki musim tanam.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemprov Jatim dalam penanganan banjir di wilayahnya.
Hujan deras yang terjadi sejak Rabu (21/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah desa pada lima kecamatan di Situbondo. Bencana tersebut mengakibatkan rumah rusak, fasilitas umum terdampak, tanggul jebol, serta jembatan penghubung antar dusun terputus. (tas)
