Presiden Joko Widodo meluncurkan program bank wakaf mikro saat berkunjung ke Ponpes As Salafi Al Fithrah Surabaya, akhir pekan lalu. Keberadaan Bank Wakaf diluncurkan untuk membantu perekonomian.
“Saya berbahagia sekali bisa membuka peluncuran program bank wakaf mikro di Ponpes As Salafi Al Fithrah. Untuk apa bank wakaf mikro didirikan? Pertama, saya juga ingin ngurus yang gede-gede, saya juga ingin ngurus yang kecil-kecil,” ujar Presiden Jokowi.
Jokowi menjelaskan, pemerintah membentuk bank wakaf yang fungsinya memberikan fasilitas bagi para wirausaha di pondok pesantren. Bagi yang ingin memanfaatkan fasilitas pinjaman hanya dikenakan biaya administrasi 2% tanpa adanya bunga.
“Bank wakaf harus bisa selesaikan masalah yang tak bisa diselesaikan bank besar. Karena di bank kalau pinjam harus pakai agunan. Kalau bank wakaf mikro dikenakan biaya administrasi 3 persen per tahun. Kalau mau pinjam Rp 2 juta boleh untuk bangun usaha,” jelasnya.
Jokowi menjelaskan, alasan mendirikan bank mikro di pesantren untuk melatih para santri belajar perbankan. “Kenapa di pesantren? Karena kita ingin para santri belajar mengelola secara profesional perbankan. Insya Allah ini akan semakin besar, ekonomi dapat berjalan lebih baik,” terangnya.
Disela-sela sambutannya, Jokowi memberikan hadiah sepeda kepada para santri dan santriwati, tentu terlebih dahulu memberikan pertanyaan kepada santri. Bagi santri yang berhasil menjawab mendapatkan sepeda. (sak)

