Bantuan bagi Mahasiswa FKIP Unitomo asal NTT
KOMUNITAS PERISTIWA

Bantuan bagi Mahasiswa FKIP Unitomo asal NTT

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya melakukan aksi penggalangan dana guna membantu saudara mereka, korban musibah banjir dan angin kencang di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.

Aksi solidaritas tersebut melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) dan Anak sanggar Teater KU, sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap mahasiswa Unitomo asal NTT yang mengalami musibah tersebut.

Menurut Dekan FKIP Unitomo Dr Hetty Purnamasari MPd, mahasiswa FKIP yang berasal dari NTT dan masih aktif kuliah sebanyak 34 mahasiswa. Saat musibah terjadi, sebagian besar dari mereka berada di Surabaya karena harus menyelesaikan kuliah kerja nyata (KKN) dan ada pula yang menyiapkan ujian proposal.

“Tapi ada beberapa mahasiswa yang berada di NTT yang masih belum bisa dihubungi, hanya dua orang yang merespon melalui whatsapp,” kata Dr Hetty Purnawasari MPd, pekan lalu.

Saat musibah banjir bandang dan angin kencang terjadi pada 04-05 April 2021, salah satu mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBS) Yesi Day Duka Loda Atandau mengunggah video di akun facebooknya.

Video yang menceritakan musibah yang menimpa mahasiswa 19 tahun di Nggogi Desa Praimadita, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur NTT tersebut menimbulkan simpati dan menggugah rasa kemanusiaan teman-temannya.

Wakil Dekan I FKIP Unitomo Haerussaleh SPd MPd selaku pembina UKM di FKIP meminta BEM – DLM FKIP Unitomo dan Anak Sanggar Teater KU untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk saudara mereka di NTT. Dari penggalangan dana selama tiga hari yang dilakukan BEM, DLM dan Teater KU terkumpul dana sebesar Rp 4.400.000,-

Menurut Hetty, setiap kali musibah terjadi, pertemanan akan mengalami ujian. Penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa FKIP tersebut menjadi sikap simpati dan empati terhadap temannya di NTT.

“Bukan besarnya bantuan finansial yang bermakna, tetapi sikap kita dalam upaya membantu teman yang sekarang ada di lokasi musibah, itu yang jauh lebih penting,” tandasnya.

Dari kejadian bencana alam yang menimpa Sumba Timur NTT, khususnya di desa Yesi Day Duka Loda Atandau tidak ada korban jiwa, namun rumah, ternak, tanaman (padi, jagung) semuanya rusak parah dan gagal panen.

Menurut Novita Hamanay, mahasiswa PBS FKIP Unitomo asal Waingapu Sumba Timur NTT keadaan di kampung halamannya sudah membaik, tidak separah saat bencana terjadi. “Semoga bisa segera dilakukan pemulihan pada rumah-rumah warga dan perbaikan sarana umum yang rusak,” harapnya. (ita)