Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Benang Dari Serat Daun Nanas

Benang Dari Serat Daun Nanas

PERISTIWA redaksi05/11/2022 - 15:00 WIB

Desa Satak merupakan desa penghasil buah nanas potensial di Kabupaten Kediri. Untuk mengoptimalkan melimpahnya produksi buah nanas dan menambah nilai tambah produk olahan nanas Desa Satak, tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengenalkan pemanfaatan serat daun nanas menjadi benang untuk bahan baku industri kerajinan kreatif.

Dosen pembimbing tim KKN Abmas ITS Prof Dr Ir Soeprijanto MSc menerangkan, alasan pemilihan daun nanas sebagai bahan baku adalah masih kurang termanfaatkannya produk olahan dari nanas dengan baik.

Untuk menambah nilai ekonomi produk nanas selain dari buahnya, tim ITS mengembangkan teknologi untuk mengubah serat dari daun nanas tersebut menjadi benang. “Nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan akan berlipat-lipat daripada ketika menjualnya tanpa diolah,” tambahnya.

Soeprijanto menambahkan, benang yang dihasilkan dari serat nanas ini dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan tas, kelambu, dan produk tekstil lainnya. Hal tersebut, menurutnya, tentu dapat meningkatkan perekonomian Desa Satak. Pasalnya, selama ini daun nanas hanya dianggap sebagai residu hasil panen yang digunakan sebagai pakan hewan ternak.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari abmas yang juga dilakukan di Desa Satak pada awal tahun 2022 lalu. Soeprijanto mengungkapkan, pada periode pertama, abmas ditujukan untuk menghasilkan serat kasar dari daun nanas dengan menggunakan alat ekstraktor mekanik.

Di periode kedua abmas, dikembangkanlah serat kasar tersebut menjadi serat halus menggunakan alat degumming dan kemudian dipotong dengan alat cutting.

Guru besar pengampu Laboratorium Bioteknologi Industri, Departemen Teknik Kimia Industri ITS ini menjelaskan, hasil dari pengolahan ke serat halus tersebut kemudian diolah menjadi material komposit.

Pada kegiatan abmas periode ini, serat tersebut diolah menjadi serat yang lebih halus lagi sehingga menjadi benang yang dapat digunakan untuk bahan baku produk tekstil.

Sebagai tindak lanjut kegiatan abmas, Soeprijanto menuturkan, tim akan terus melakukan pembinaan ke Karang Taruna Desa Satak dan kelompok masyarakat tani agar kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia berharap masyarakat Desa Satak dapat memiliki kreativitas untuk mengembangkan produk nanas tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi lebih tinggi. “Masyarakat bisa mengembangkan pembuatan tali sebagai kelambu jendela, tas, baju, dan sebagainya,” pungkasnya. (ita)

Benang Dari Serat Daun Nanas
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.