Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Benang Dari Serat Daun Nanas

Benang Dari Serat Daun Nanas

PERISTIWA redaksi05/11/2022 - 15:00 WIB

Desa Satak merupakan desa penghasil buah nanas potensial di Kabupaten Kediri. Untuk mengoptimalkan melimpahnya produksi buah nanas dan menambah nilai tambah produk olahan nanas Desa Satak, tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengenalkan pemanfaatan serat daun nanas menjadi benang untuk bahan baku industri kerajinan kreatif.

Dosen pembimbing tim KKN Abmas ITS Prof Dr Ir Soeprijanto MSc menerangkan, alasan pemilihan daun nanas sebagai bahan baku adalah masih kurang termanfaatkannya produk olahan dari nanas dengan baik.

Untuk menambah nilai ekonomi produk nanas selain dari buahnya, tim ITS mengembangkan teknologi untuk mengubah serat dari daun nanas tersebut menjadi benang. “Nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan akan berlipat-lipat daripada ketika menjualnya tanpa diolah,” tambahnya.

Soeprijanto menambahkan, benang yang dihasilkan dari serat nanas ini dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan tas, kelambu, dan produk tekstil lainnya. Hal tersebut, menurutnya, tentu dapat meningkatkan perekonomian Desa Satak. Pasalnya, selama ini daun nanas hanya dianggap sebagai residu hasil panen yang digunakan sebagai pakan hewan ternak.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari abmas yang juga dilakukan di Desa Satak pada awal tahun 2022 lalu. Soeprijanto mengungkapkan, pada periode pertama, abmas ditujukan untuk menghasilkan serat kasar dari daun nanas dengan menggunakan alat ekstraktor mekanik.

Di periode kedua abmas, dikembangkanlah serat kasar tersebut menjadi serat halus menggunakan alat degumming dan kemudian dipotong dengan alat cutting.

Guru besar pengampu Laboratorium Bioteknologi Industri, Departemen Teknik Kimia Industri ITS ini menjelaskan, hasil dari pengolahan ke serat halus tersebut kemudian diolah menjadi material komposit.

Pada kegiatan abmas periode ini, serat tersebut diolah menjadi serat yang lebih halus lagi sehingga menjadi benang yang dapat digunakan untuk bahan baku produk tekstil.

Sebagai tindak lanjut kegiatan abmas, Soeprijanto menuturkan, tim akan terus melakukan pembinaan ke Karang Taruna Desa Satak dan kelompok masyarakat tani agar kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia berharap masyarakat Desa Satak dapat memiliki kreativitas untuk mengembangkan produk nanas tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi lebih tinggi. “Masyarakat bisa mengembangkan pembuatan tali sebagai kelambu jendela, tas, baju, dan sebagainya,” pungkasnya. (ita)

Benang Dari Serat Daun Nanas
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

Comments are closed.

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.