Berbenah Sambut MotoGP Mandalika
OLAHRAGA PERISTIWA

Berbenah Sambut MotoGP Mandalika

Sekitar 100 hari ke depan, Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat akan menjadi tuan rumah seri kedua balap motor dunia, MotoGP untuk musim balapan 2022.

Ini sebuah nostalgia 25 tahun lalu ketika Indonesia terakhir kali menggelar balapan serupa di Sirkuit Internasional Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

MotoGP merupakan kasta tertinggi dari semua jenis balap roda dua di dunia dan hanya diikuti paling banyak oleh 24 pebalap dari lima benua dengan skill bertarung sangat mumpuni. Balap MotoGP sudah ada sejak 1949 dan telah menjelma sebagai sebuah industri balap otomotif paling menguntungkan di dunia setelah Formula Satu.

Lihat saja bagaimana padatnya jadwal balapan untuk musim 2022 nanti. Ada 21 seri mesti diikuti ke-24 pebalap MotoGP. Mereka akan terbang ke 21 negara di empat benua, minus Afrika, selama hampir setahun hanya untuk berpacu adu cepat di 21 lintasan aspal hitam. Sirkuit Losail di Qatar akan menjadi seri pembuka musim 2022 pada 1 Maret dan diakhiri di Sirkuit Ricardo Tomo, Spanyol, 6 November 2022.

Sebelum rangkaian seri balapan dimulai, Dorna Sports, selaku pengelola MotoGP,akan melakukan tes awal musim. Kegiatan itu diadakan di empat sirkuit, dua di Eropa dan dua lainnya di Asia. Salah satunya adalah Mandalika. Di sirkuit sepanjang 4,31 kilometer dan lebar lintasan 15 meter dengan 17 tikungan serta berada di Desa Kuta, Kecamatan Pujut itu, tes awal musim dilakukan 11–13 Februari 2022.

Saat seri kedua MotoGP diadakan di Sirkuit Mandalika yang telah berlisensi dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) nanti, terdapat tiga kategori balapan. Yakni MotoGP, Moto2, dan Moto3 dengan total pebalap yang terlibat sebanyak 84 orang dari 43 tim.

Jika ditotal, ada sekitar 1.000 orang terdiri dari kru tim, pebalap, dan pengawas lomba hadir selama tiga hari kegiatan, pada 18–20 Maret 2022, di area sirkuit dengan teknologi pengaspalan Stone Mastic Asphalt (SMA) dan salah satu tercanggih di dunia tersebut.

Ke-84 pebalap tak hanya akan beradu cepat di atas tunggangan kuda besi mereka masing-masing disaksikan 195.700 penonton di sirkuit yang berada di dalam kawasan terintegrasi The Mandalika seluas 1.035,67 hektare. Di luar sana, tiga miliar pasang mata di hampir 200 negara juga secara bersamaan ikut menyaksikan lewat layar monitor televisi mereka.

Hasil survei Dorna Sports juga menyebutkan, 432 juta rumah dengan televisi berbayar (pay tv) ikut menyaksikan tayangan langsung MotoGP di lintasan Mandalika yang dikelilingi lima pantai berpasir putih dan berair biru jernih. Kelima pantai itu adalah Tanjung Aan, Kuta, Serenting, Gerepuk, dan Seger, serta menghadap ke Samudra Hindia.

Pengelola MotoGP pun secara rutin mengunggah setiap aktivitas di lintasan pada seri-seri balap mereka ke platform media sosial Facebook yang berpengikut hampir 14 juta penggemar. Kemudian Instagram (10,2 juta pengikut), Youtube (3,7 juta subscriber), Twitter (2,7 juta pengikut), dan 465 ribu pengikut di Tiktok.

Promosi Pariwisata
Melihat kenyataan di atas, sudah jelas bahwa MotoGP merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menjual potensi pariwisatanya kepada dunia. Sekaligus momentum kebangkitan dunia pariwisata dalam negeri, khususnya mengenalkan The Mandalika, nama beken dari Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam akun Instagram miliknya mengatakan, ini adalah kesempatan untuk meningkatkan sektor pariwisata agar semakin maju dan bermanfaat bagi warga sekitar.

Para pebalap MotoGP juga bisa menjadi wadah promosi ampuh. Mereka memiliki akun media sosial dengan jumlah pengikut yang tidak sedikit. Marc Marquez contohnya. Akun Instagram juara dunia enam kali MotoGP itu punya 5,6 juta pengikut.

Di platform Twitter, pebalap Spanyol berjuluk The Baby Alien itu diikuti oleh 2,6 juta pengikut. Ia termasuk aktif bermedia sosial.

Saat pebalap asal Turki Toprak Razgatlioglu berhasil menjadi juara dunia World Superbike 2021 usai berlomba di Mandalika, Marquez langsung mengucapkan selamat. “Selamat untuk sang juara,” begitu ucapan simpatiknya pada unggahan 21 November 2021 dan langsung mendapat 5.500 lebih tanda suka (like).

Indonesia juga harus mampu menjaring potensi penonton yang datang ke sirkuit saat MotoGP digelar. Menurut Dorna Sports seperti dikutip dari situs resminya, MotoGP memiliki sekitar 5.000-10.000 penggemar sangat fanatik. Mereka tidak pernah absen menonton para pebalap pujaan secara langsung di setiap sirkuit sepanjang tahun.

Mereka umumnya berasal dari negara-negara dengan kelas ekonomi sangat mapan di Eropa, Amerika serta Australia. Mereka telah menyisihkan anggaran khusus agar bisa terbang ke seluruh dunia hanya untuk mendukung idolanya dari tepi sirkuit.

Para penggemar spesial ini juga tak akan membuang kesempatan untuk sekaligus berwisata di sekitar lokasi sirkuit. Karena itu pula, tak sedikit dari sirkuit-sirkuit itu yang dibangun di dekat kawasan wisata ternama.

Situs resmi MotoGP pada Agustus 2020 menyebutkan, setidaknya setiap penggemar super itu akan merogoh kocek hingga lebih dari USD5.000 hanya untuk akomodasi tiket pesawat dan anggaran membeli tiket masuk sirkuit.

Itu belum termasuk biaya menginap dan melancong ke obyek-obyek wisata di sekitar lokasi sirkuit yang nominalnya paling sedikit USD2.000 per orang.

Artinya dalam setiap balapan, negara penyelenggara bakal bersiap menerima cipratan rezeki hingga ratusan miliar rupiah dari para penonton loyal ini. Itu belum termasuk dari puluhan ribu penonton lain yang sama antusiasnya.

Menurut Kementerian Olahraga dan Pariwisata Thailand seperti dilansir www.ttrweekly.com, mereka mampu mendulang pendapatan sedikitnya 2,4 miliar baht atau sekitar Rp1 triliun pada tiap pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Buriram yang memulai debutnya sejak 2018.

Angka ini tidak hanya didapat dari penjualan tiket menonton MotoGP saja. Tetapi juga didulang dari pemasukan hotel, makanan dan minuman, transportasi serta pariwisata selama tiga hari MotoGP diadakan.

Ketika MotoGP digelar di Mandalika bertepatan dengan perayaan bau nyale, sebuah kegiatan adat masyarakat Sasak, suku asli Lombok berburu cacing atau nyale aneka warna yang muncul di sekitar tepi Pantai Seger.
Cacing jenis Eunice siciliensis berwarna hijau dan cokelat ini dicari oleh ribuan warga yang datang dari pelosok Lombok karena diyakini membawa berkah. Kegiatan ini tentu akan menarik perhatian para penonton domestik dan asing yang mendatangi Sirkuit Mandalika.

Momentum Berbenah

Beruntung Sirkuit Mandalika telah menggelar terlebih dulu balapan WSBK pada 19–21 November 2021. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir langsung menyaksikan jalannya lomba mengakui bahwa Indonesia perlu berbenah menjelang MotoGP. Perhelatan WSBK menjadi uji coba awal bagi Mandalika Grand Prix Association (MGPA), selaku pengelola Sirkuit Mandalika.

“Ini sirkuit sudah standar kelas dunia. Kualitas sirkuit ini tentu ada sedikit perbaikan. Tadi Pak Gubernur dan Pak Menhub sepakat akan segera diperbaiki dan selesai Maret. Bulan Maret (2022) akan ada seri MotoGP, yang akan dibuat lebih bagus lagi,” kata Luhut saat memberi keterangan pers di Media Center Kominfo di Sirkuit Mandalika, Minggu (21/11).

Tak hanya memperbaiki sirkuit, Pemerintah Provinsi NTB pun perlu berbenah mengantisipasi membeludaknya penonton saat MotoGP. Mengutip data Badan Pusat Statistik 2020, saat ini di seluruh Bumi Gora baru terdapat sekitar 983 penginapan dengan 10.664 kamar dan 14.969 tempat tidur.

Ketika WSBK digelar, menurut Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Samsul Bahri dalam siaran persnya, Kamis (25/11/2021), tingkat keterisian 54 hotel para anggotanya yang berada di The Mandalika mencapai 95 persen. Sebelum WSBK angka itu hanya berada di kisaran 15 persen.

PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandar Udara Internasional Lombok, gerbang masuk penonton dari luar Pulau Seribu Masjid, juga perlu mempersiapkan diri. Ketika WSBK, terjadi lonjakan penumpang masuk ke Lombok. Sebelum November 2021, rata-rata pergerakan harian penumpang paling tinggi adalah 3.800 orang. Pergerakan harian pesawat pun tak lebih dari 37 pergerakan per hari pada 1–16 November 2021.

Menurut General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Lombok Nugroho Jati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/11/2021), angka-angka tadi kemudian naik beberapa hari menjelang WSBK. Rata-rata pergerakan penumpang mencapai 5.700 orang per hari.

Pada 19 November 2021, terjadi arus kedatangan dari 4.241 penumpang dan puncak arus keberangkatan sebanyak 4.077 orang di 22 November 2021. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam kurun 2021.

Begitu pula dengan pergerakan pesawat di mana pada rentang 17–23 November 2021 telah terjadi 53 pergerakan pesawat dalam sehari atau naik 43 persen dari waktu sebelumnya. Angka-angka di atas diprediksi akan lebih tinggi lagi mengingat animo penggemar MotoGP jauh lebih banyak.

Apalagi MotoGP di Indonesia diadakan di awal musim. Selain itu, ajang MotoGP juga diharapkan dapat memberi tambahan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lombok Tengah. Saat WSBK, ada tambahan PAD yang berasal dari pajak hiburan sebesar 15 persen, pajak parkir (30 persen), dan pajak hotel-restoran (15 persen).

Lomba MotoGP juga akan membuka lapangan pekerjaan lebih banyak bagi wargadi Bumi Gora dan masyarakat sekitar Mandalika. Menurut Arie Prasetyo, Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), ketika WSBK diadakan, pihaknya mampu menyerap 1.475 pekerja lokal. ITDC adalah pengembang dan pengelola The Mandalika.

Mereka, kata Arie, ditempatkan untuk beberapa pekerjaan. Misalnya, sebagai petugas marshall, bagian penjualan tiket, dan petugas pengawas protokol kesehatan.

Ada pula yang menjadi petugas dokumentasi, petugas keamanan, pekerja produksi, bagian kebersihan, dan petugas parkir. Ia berharap bekal kemampuan yang didapat saat WSBK akan berguna untuk kegiatan internasional lainnya seperti MotoGP. (indonesia.go.id)