Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Bertahap, Batubara Diganti Energi Terbarukan

Bertahap, Batubara Diganti Energi Terbarukan

EKONOMI BISNIS redaksi29/03/2019 - 14:30 WIB

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menggunakan sumber-sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Komitmen tersebut tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menyatakan tahun 2025 mendatang bauran energi nasional pemanfaatan sumber energi berbasis energi baru terbarukan mencapai 23%.

Proses pengalihan pemanfaatan sumber energi berbasis fosil ke energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia menurut Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar memerlukan waktu, seperti yang juga terjadi di negara-negara Eropa dan Tiongkok (China).

Pada waktunya sumber-sumber energi berbasis fosil akan tergantikan oleh sumber energi terbarukan. Produksi batubara nasional sekitar 480 juta ton, 20-25% di antara untuk kebutuhan domestik, yang sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Lebih dari 50% pembangkit kita saat ini masih menggunakan batubara, tahun 2025 nanti inshaa Allah 23% sumber energi kita berasal dari energi terbarukan, sisanya gas dan BBM,” ujar Arcandra saat memberikan kuliah umum di Universitas Riau, Selasa (26/3).

Memanfaatkan sumber energi terbarukan sudah merupakan sebuah keharusan, bukan lagi sebuah pilihan.

“Kita tidak mempunyai kebebasan untuk memilih. We don’t have any freedom untuk mengatakan kita mempunyai sumber energi lain. Ini bukan nice to have lagi, tapi need to have. Renewable energy itu need to have, karena resources itu makin lama makin habis,” tambah Arcandra.

Arcandra menjelaskan mengapa saat ini Pemerintah Indonesia masih menggunakan batubara sebagai sumber energi. Pengalihan sumber energi dari batubara menjadi EBT akan dilakukan secara bertahap seperti yang dilakukan negara-negara Eropa dan Tiongkok, mereka mengalihkan sumber energinya setelah ekonomi mereka berjalan.

Negara Eropa maju, dikatakan, memulai revolusi industrinya dengan menggunakan batubara sebagai sumber bahan bakarnya, setelah ekonominya jalan itulah jalan menurun, sedikit demi sedikit mereka mulai meninggalkan batubara.

Mereka meninggalkan batubara setelah engine of economic mereka berjalan. Demikian pula dengan China, pada awal-awal mereka tumbuh banyak beroperasi PLTU-PLTU batubara sebagai sumber energi listrik mereka untuk menghidupkan industrinya.

“Sehingga saat itu Beijing memiliki tingkat polusi udara yang tinggi, namun sekarang setelah engine of economic mereka jalan, mereka mulai meggunakan renewable energy,” ungkap Arcandra.

Saat ini Indonesia masih memerlukan batubara sebagai sumber energi yang murah, selain agar harga listriknya terjangkau masyarakat juga untuk menggerakkan perekonomian agar produk-produk yang dihasilkan dapat berkompetisi di pasar dunia.

Namun tahap berikutnya, energi terbarukan akan didorong sehingga tahun 2025 porsi 23% akan tercapai. Saat ini masa transisi.

Masih membutuhkan sumber energi yang murah untuk menggerakkan ekonomi, sampai pada waktunya akan turunkan porsinya untuk digantikan dengan sumber energi yang terbarukan.

“Kita masih memerlukan sumber energi yang murah agar produk-produk yang kita hasilkan dapat berkompetisi dengan produk dari negara lain. Kalau sumber energinya mahal akan susah berkompetisi dengan negara lain untuk kebutuhan ekspor kita,” pungkas Arcandra. (sak)

Arcandra Tahar Energi Baru Terbarukan (EBT) Wamen ESDM
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.