Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»BPS Pastikan Data Nasional Akurat

BPS Pastikan Data Nasional Akurat

PEMERINTAHAN redaksi02/05/2025 - 15:00 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) menggarisbawahi pentingnya kualitas data dengan menjunjung prinsip akurasi, kohesi, keterbandingan, ketepatan waktu, dan kemudahan interpretasi. BPS memastikan seluruh proses pengumpulan dan publikasi data nasional dilakukan secara akurat, akuntabel, dan sesuai standardisasi internasional.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar dalam paparannya saat acara kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengundang para pimpinan redaksi media nasional, menegaskan bahwa lembaganya diawasi oleh lembaga internasional dan Forum Masyarakat Statistik (FMS), serta berpegang pada metodologi global.

“Kami diawasi oleh lembaga internasional, termasuk PBB, dan mengacu pada panduan resmi seperti Consumer Price Index Manual, Quarterly National Account Manual, hingga pedoman penghitungan kemiskinan internasional,” jelas Amalia di Plataran Senayan, Jakarta, Senin (28/04).

BPS menggarisbawahi pentingnya kualitas data dengan menjunjung prinsip akurasi, kohesi, keterbandingan, ketepatan waktu, dan kemudahan interpretasi. Seluruh proses sensus dan survei pun dilakukan secara ketat, mulai dari tahap persiapan hingga publikasi hasil.

Setiap tahun, BPS melakukan berbagai survei statistik berbasis sampel, sementara tiga jenis sensus nasional dilakukan secara berkala yakni Sensus Penduduk, Sensus Pertanian dan Sensus Ekonomi.

BPS tengah mempersiapkan Sensus Ekonomi 2026, yang disebut Amalia sebagai sensus paling penting karena akan memberikan potret utuh perekonomian Indonesia menuju 2045.

“Sensus ekonomi bukan survei sampel, tapi mencakup seluruh pelaku usaha. Ini jadi prioritas Presiden karena akan memetakan kekuatan ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Tahun 2025 ini menjadi fase krusial: masa sosialisasi, uji coba, dan peningkatan kesadaran publik. Uji coba sensus akan dilakukan di beberapa wilayah seperti Jakarta Utara dan Selatan, serta diperluas ke provinsi lain.

Amalia juga menjelaskan keberhasilan BPS dalam mengembangkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSS)—hasil integrasi berbagai data besar seperti DTKS, P3KE, dan data sensus BPS.

“DTSS kini memuat 285,9 juta penduduk. Ini hasil konsolidasi dan pembersihan data, termasuk menghapus data 2,2 juta penduduk yang telah meninggal,” ujarnya.

DTSS diyakini akan memperkuat akurasi kebijakan sosial dan ekonomi, dengan dukungan dari kementerian utama seperti Kementerian Sosial, Bappenas, dan Kementerian Keuangan.

Berdasarkan data terbaru, dari 215,4 juta penduduk usia kerja, angkatan kerja Indonesia berjumlah 152 juta, dengan 148 juta orang bekerja. Tingkat pengangguran per Agustus 2024 tercatat 4 persen.

Sementara itu, tingkat kemiskinan nasional mencapai 8,57 persen, atau sekitar 24,6 juta orang, dan kemiskinan ekstrem 1,13 persen atau setara 3,17 juta orang. BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) untuk menentukan garis kemiskinan, yang disesuaikan dengan wilayah dan waktu.

BPS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.