Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Budaya, Variabel Penting Kemajuan Bangsa

Budaya, Variabel Penting Kemajuan Bangsa

SENI BUDAYA redaksi23/11/2018 - 16:00 WIB

Keberadaan kebudayaan Jawa pada saat ini seolah mulai diabaikan sebagian masyarakat. Meski demikian, masih terdapat pihak yang berusaha untuk mempertahakan nilai-nilai dalam kebudayaan Jawa untuk pembentukan karakter diri.

Guru Besar bidang Ilmu Teori Sosial Modern, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Hotman M Siahaan dalam paparannya saat Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II di Surabaya, Kamis (22/11) menyampaikan, pentingnya kebudayaan sebagai variabel dalam kemajuan masyarakat tidak perlu diperdcbatkan.

Bahkan teori-teori modemisasi dalam aliran dan perspektif manapun selalu menyebutkan betapa pentingnya nilai-nilai budaya. Masalahnya adalah pemahaman terhadap nilai-nilai budaya mana yang mendukung kearah percepatan pembangunan atau modemisasi, dan nilai-nilai budaya mana yang menghambat kemajuan.

Perbedaan tersebut berlanjut hingga perdebatan tentang mana yang harus didahulukan? Apakah mengubah nilai-nilai budaya yang menghambat modemisasi ataukah dengan membongkar struktur sosial yang ada, hingga demikian nilai-nilai budaya yang menghambat itu akan ikut berubah?.

“Kebudayaan bukanlah variabel yang berdiri sendiri. Kebudayaan dipengaruhi oleh banyak faktor yang lain, seperti geografl, politik, ekonomi, bahkan tingkah laku sejarah,” ungkapnya, seperti dilaporkan Jatimnews Room.

Perubahan-perubahan kelembagaan yang seringkali didesakkan oleh politik misalnya, dapat mempengaruhi kebudayaan.

Masalah yang seringkali timbul dalam hal ini adalah sampai sejauhmana perubahan budaya mesti diintegrasikan ke dalam pembangunan ekonomi dan bahkan politik secara konseptual, agar memiliki strategi yang terencana, sampai pada program konkrit.

Masalah ini seringkali menjadi dilema ketika inisiatif dari perubahan-perubahan tersebut datang dari negara, bukan dari masyarakat.Perdebatan antara pentingnya peran kebudayaan dibanding peran ekonomi atau politik dalam menghadapi perubahan masih berlangsung hingga saat ini.

Di dalam pemahaman kebudayan hanya terbatas sebagai kesenian dan produknya, bahkan hanya sebatas peninggalan kuno atau artefak, maka bisa dipahami kalau peran kebudayaan selalu lebih terbelakang dibandingperan ekonomi atau politik.

“Membicarakan problem kebudayaan dalam menghadapi dinamika masyarakat kontemporer, kita akan dihadapkan pada permasalahan bagaimana dinamika masyarakat kontemporer yang dilanda arus globalisasi, yang menurut sosiolog Ulrich Beck, ditandai oleh fenomena deteritorialisasi,” tuturnya. (jnr)

Hotman M Siahaan Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.