Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses perbaikan infrastruktur di sekitar Sungai Kertosono, Desa Kalibuntu, Kec. Kraksaan, Kab. Probolinggo, Kamis (19/6). Perbaikan infrastruktur dilakukan dalam bentuk penataan alur sungai dan pemasangan bronjong.
Total ada delapan titik pemasangan bronjong yang dilakukan untuk tiga sungai yang ada di Kabupaten Probolinggo dimana tujuannya untuk mengurangi dampak banjir dan sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim hujan panjang.
Didampingi Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini dan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Prov. Jatim Ir. Baju Trihaksoro, Gubernur Khofifah memantau proses penataan alur hingga pemasangan bronjong di salah satu daerah langganan banjir rob di Kab. Probolinggo.
Gubernur Khofifah mengatakan bahwa pemasangan bronjong dan perbaikan infrastruktur sungai lainnya juga dilakukan di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kita mendapat pengajuan dari berbagai Kab/Kota kaitannya banyak jembatan yang ambruk akibat diterjang banjir yang cukup besar arusnya dengan membawa material. Bahkan disini juga sudah dimulai perbaikan jembatannya,” ujar Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim melalui Dinas PU Sumber Daya Air tengah melakukan perbaikan infrastruktur di sekitar Sungai Kertosono, Sungai Kedunggaleng dan Sungai Laweyan di Kab. Probolinggo.
Rencananya, Pemprov Jatim akan melakukan pemasangan bronjong di delapan titik dengan total panjang mencapai 367 m dan tinggi 7-8 m yang terbagi di Sungai Kertosono 1 titik, Sungai Kedunggaleng 6 titik dan Sungai Laweyan 1 titik.
Selain pemasangan bronjong, dilakukan pula penataan alur sungai sepanjang 30m di Sungai Kertosono.
Adapun proses pelaksanaan pekerjaan dilakukan dalam waktu 75 hari dan menelan anggaran APBD Pemprov Jatim sebesar Rp 9,05 M. “Insya Allah bisa selesai Agustus ini,” ungkap Gubernur Khofifah.
Selain melindungi bangunan sekolah, pemasangan bronjong diharapkan bisa mencegah dampak banjir yang merusak hampir 500 hektar area sawah di sekitarnya. (ita)

