Cegah Stunting Lewat Aplikasi ELSIMIL
PERISTIWA TEKNOLOGI

Cegah Stunting Lewat Aplikasi ELSIMIL

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim, Maria Ernawati, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kasus stunting.

Hal ini dilakukan melalui intervensi dari hulu dengan melakukan screening 3 bulan sebelum menikah bagi calon pengantin melalui aplikasi ELSIMIL (elektronik siap nikah dan siap hamil).

Berdasarkan data hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2001, prevalensi stunting Indonesia masih berada di 24,4%, sedangkan Jawa Timur 23,5%. Maka tidak mengherankan apabila pemerintah Indonesia menjadikan stunting sebagai salah satu prioritas dari sekian banyak persoalan yang ada.

“Mari bersama kita dampingi 1000 hari pertama kehidupan agar perkembangan, pertumbuhan badan serta otak optimal. 80% pertumbuhan otak terjadi pada 2 tahun pertama dan fondasi kehidupan telah terbentuk,” ujar Maria Ernawati, Kamis (28/04).

“Saya memohon kepada seluruh para remaja atau pengantin, calon pasangan usia subur, ibu hamil, keluarga dengan anak 0-23 bulan dan keluarga yang mempunyai anak dibawah 5 tahun di Jawa Timur, kita jalankan pola hidup sehat, penuhi gizinya, periksa status anemia sebelum menikah, perhatikan tumbuh kembang anak,” imbuh Erna, panggilan akrabnya.

Stunting bisa dicegah melalui perbaikan melalui asupan bergizi dan stimulasi pada anak, masyarakat mungkin khawatir tapi tidak boleh panik.

“Mari semua pihak bergandengan tangan, bersinergi mewujudkan generasi bebas stunting, karena bebas stunting hanya bisa kita wujudkan dengan pola hidup sehat yang membawa anak anak kita menuju generasi emas di masa mendatang. Bergerak bersama, maju bersama untuk generasi emas bebas Stunting,” tutur Erna.(ist)