Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Ceklab.id, Deteksi Dini Penyakit

Ceklab.id, Deteksi Dini Penyakit

KESEHATAN redaksi21/01/2021 - 15:00 WIB

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali membuahkan hasil karya solutif berupa start-up medis. Dia adalah Caesar Givani atau yang akrab di sapa dr. Caesar. Ia merupakan alumnus FK UNAIR angkatan 2009.

Sebagai seorang dokter, Caesar sangat peka terhadap permasalahan kesehatan yang kronis di Indonesia. Menurutnya, salah satu faktor yang memicu suburnya penyakit adalah kurang tanggapnya pemberlakuan deteksi dini.

“Saya miris melihat banyak pasien yang datang dengan penyakit yang telah komplikasi. Harus amputasi, pasang ring jantung, dan lain sebagainya,” ungkap dr Caesar, beberapa waktu lalu.

Berangkat dari hal itu, Caesar mengaku tergerak untuk mendirikan start-up Ceklab.id sebagai sebuah solusi mutakhir. Baginya, Ceklab.id hadir membawa visi bahwa semua masyarakat berkesempatan memperoleh deteksi dini terhadap kondisi kesehatannya. Selain itu mengedepankan faktor kemudahan, ekonomis, dan kenyamanan. Dengan begitu, sambung dr. Caesar, masyarakat akan lebih sehat, panjang umur, dan biaya kesehatan di Indonesia dapat turun secara signifkan.

Ceklab.id hadir dalam wujud aplikasi mobile dan juga website httpps://www.ceklab.id. Calon pengguna dapat mengakses dan mengunduh platform tersebut melalui gawai masing-masing. Selanjutnya dapat mendaftar dan memesan dokter yang akan mendatangi pasien ke rumah atau kantor.

“Fiturnya terdapat tes swab/rapid Covid-19, medical checkup rutin, tes infeksi menular seksual, tes persiapan menikah, dan masih banyak lagi. Tentu dengan harga terjangkau,” sebut peraih juara II Indonesian Innovation Forum BAPAREKRAF 2019 itu.

Hal yang menarik adalah hasil cek medis dapat keluar lebih cepat jika dibandingkan dengan Rumah Sakit konvensional. Selain itu, ceklab.id telah melayani lebih dari 35 ribu pasien di belasan kota Indonesia. “Kami berdiri sejak Mei 2019 dan menggenggam erat visi kami demi masyarakat Indonesia yang sehat,” imbuh peraih LPDP 2016 itu.

Ceklab.id hadir sebagai sebuah solusi untuk memberantas penyakit sejak dini. Secara cepat, tepat, aman, nyaman, dan harga terjangkau. Ke depan, dr. Caesar mengaku terus berimprovisasi demi kenyamanan dan kebutuhan pasien. Selain itu, tak lupa memperlebar sayapnya demi menebarkan kesehatan yang menyeluruh.

“Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak. Mulai perusahaan, kementerian, dan investor. Kami akan fokus melayani seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan deteksi dini berbagai penyakit. Termasuk pada era pandemi Covid19,” pungkasnya. (ita)

ceklab.id
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.