Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Dampak Signifikan Merosotnya IHSG

Dampak Signifikan Merosotnya IHSG

EKONOMI BISNIS redaksi24/03/2025 - 14:00 WIB

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 5 persen pada 18 Maret 2025 lalu yang memicu trading halt menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk dari kalangan akademisi. Wakil Dekan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital ITS Dr Muhammad Saiful Hakim SE MM PhD menilai bahwa penurunan tajam ini bukan hanya kejutan bagi pasar, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut peneliti bidang Manajemen Keuangan tersebut, IHSG merupakan indikator penting bagi stabilitas ekonomi nasional karena mencerminkan kepercayaan investor terhadap pasar modal. Jika indeks turun tajam, perusahaan akan kesulitan memperoleh pendanaan untuk ekspansi bisnis, sementara investor menjadi lebih berhati-hati dalam menanamkan modalnya.

Pelemahan IHSG juga mendorong investor menarik dananya dan beralih ke aset yang lebih aman. Jika aksi jual terjadi secara masif, pasar modal semakin tertekan dan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. “Pasar modal yang sehat memungkinkan perusahaan memperoleh pendanaan untuk ekspansi bisnis,” tegas dosen yang biasa disapa Saiful ini.

Dosen yang juga aktif di Laboratorium Business Analytic and Strategy ITS tersebut menjelaskan bahwa penurunan IHSG kali ini dipengaruhi oleh faktor domestik dan global. Salah satu pemicunya adalah penurunan peringkat investasi Indonesia oleh Goldman Sachs. Kondisi ini membuat investor asing mengurangi eksposur di pasar modal Indonesia, memicu aksi jual saham dalam jumlah besar yang semakin menekan IHSG.

Selain itu, isu pergantian Menteri Keuangan RI turut memperburuk sentimen pasar. Ketidakseimbangan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga menambah kekhawatiran investor. Situasi ini membuat kepercayaan pasar melemah, sehingga investor cenderung menarik modalnya. “Sebagian besar aksi jual dilakukan oleh investor asing,” tambah Saiful prihatin.

Penurunan IHSG tidak hanya berdampak pada investor, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Capital Outflow dalam jumlah besar meningkatkan permintaan terhadap dolar AS, yang berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah. Jika tekanan ini terus berlanjut, maka daya beli masyarakat bisa ikut terdampak.

Ketidakstabilan pasar modal juga berimbas pada sektor riil, terutama dalam hal investasi. Perusahaan yang kesulitan mendapatkan pendanaan cenderung menunda ekspansi bisnis. Jika kondisi ini terus berlanjut, risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat meningkat, yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Meskipun kejadian seperti ini jarang terjadi, dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS tersebut menekankan pentingnya memahami apakah penurunan ini hanya shock sementara atau akan berlanjut dalam jangka panjang.

Jika ini hanya reaksi sesaat, pasar kemungkinan akan segera pulih. Namun, jika kondisi terus berlanjut, dampaknya bisa lebih serius terhadap perekonomian. “Investor perlu mencermati tren pasar sebelum mengambil keputusan,” tandasnya mengingatkan.

Sebagai langkah mitigasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerapkan kebijakan buyback saham tanpa izin pemegang saham, yang memungkinkan perusahaan membeli kembali sahamnya untuk menjaga stabilitas harga. Selain itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan fiskal yang lebih meyakinkan agar kepercayaan investor tetap terjaga.

Lulusan doktoral dari National Yunlin University of Science and Technology, Taiwan tersebut menyarankan agar investor menyesuaikan keputusan jual atau tahan saham dengan tujuan keuangan masing-masing. Jika investasi bersifat jangka panjang, mempertahankan saham bisa menjadi pilihan lebih baik.

Namun, bagi yang membutuhkan dana dalam waktu dekat, menjual dengan risiko kerugian perlu dipertimbangkan. “Keputusan terbaik bergantung pada kondisi pasar dan strategi keuangan investor,” tutur Saiful.

Dalam beberapa bulan ke depan, prospek pemulihan IHSG masih bergantung pada respons investor asing terhadap kondisi ekonomi global dan kebijakan pemerintah. Saiful menilai, kepastian dalam kebijakan fiskal dan regulasi pasar menjadi faktor utama dalam menarik kembali modal yang keluar. “Jika kondisi fiskal dan regulasi pasar dapat memberikan kepastian, arus modal asing bisa kembali, dan IHSG berangsur pulih,” tutupnya optimistis. (ita)

IHSG
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.