Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Dari FIB UNAIR ke Metro TV: Kiprah Pramono Hari Susanto Menembus Industri Media Nasional

Dari FIB UNAIR ke Metro TV: Kiprah Pramono Hari Susanto Menembus Industri Media Nasional

PERISTIWA Tiara AS23/04/2026 - 10:26 WIB
Alumni FIB UNAIR Pramono Hari Susanto sukses berkarier di Metro TV, membuktikan lulusan sastra mampu bersaing di industri media.

Stereotip lama yang melekat pada lulusan sastra sebagai profesi yang terbatas di ruang akademik kembali dipatahkan. Sosok Pramono Hari Susanto, alumnus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), menjadi contoh nyata bagaimana latar belakang keilmuan humaniora mampu bertransformasi menjadi kekuatan di industri media nasional.

Saat ini, Pramono menduduki posisi strategis sebagai Executive Producer di Metro TV, salah satu stasiun televisi berita terkemuka di Indonesia. Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa kemampuan memahami bahasa, narasi, dan konteks sosial justru menjadi modal penting dalam dunia jurnalistik modern.

Menurut Pramono, ilmu sastra tidak hanya berkutat pada teori, melainkan memiliki relevansi tinggi dalam praktik komunikasi publik. Kemampuan mengolah diksi, memahami makna, hingga membangun alur cerita menjadi keunggulan tersendiri dalam industri media yang menuntut kecepatan sekaligus kedalaman informasi.

Fondasi karier tersebut telah ia bangun sejak masa kuliah. Pada akhir 1990-an, Pramono aktif di pers kampus Suara Airlangga dan mulai merancang arah kariernya secara sistematis. Ia juga memperkaya pengalaman dengan mengikuti berbagai pelatihan jurnalistik di media besar seperti Jawa Pos dan Kompas, yang menjadi batu loncatan penting menuju dunia profesional.

Pendekatan tersebut mencerminkan pandangannya bahwa jurnalisme merupakan bidang yang terbuka bagi siapa saja, tanpa batasan latar belakang pendidikan. Keterbukaan ini, menurutnya, memberi peluang luas bagi individu yang memiliki kemauan belajar dan kemampuan adaptasi tinggi.

Dalam perannya sebagai Executive Producer, Pramono menghadapi tantangan kompleks, terutama dalam menjaga keseimbangan antara idealisme jurnalistik dan dinamika industri media. Ia menekankan bahwa kredibilitas informasi tetap menjadi prinsip utama, meskipun terdapat berbagai pertimbangan editorial dan bisnis dalam produksi berita.

Ia juga menyoroti pentingnya integritas dalam penyajian informasi. Dalam praktiknya, keputusan editorial dapat memengaruhi sudut pandang pemberitaan, namun tidak boleh mengorbankan kebenaran fakta.

Lebih jauh, Pramono memberikan pesan khusus kepada mahasiswa, terutama dari bidang humaniora, agar tidak merasa inferior dalam menghadapi dunia kerja. Ia menilai bahwa kualitas individu tidak ditentukan oleh label akademik semata, melainkan oleh kemampuan mengembangkan potensi diri.

Kemampuan komunikasi, penguasaan teknologi digital, serta fleksibilitas dalam bekerja lintas platform menjadi kunci utama di era media saat ini. Jurnalis modern, menurutnya, tidak hanya dituntut menulis, tetapi juga mampu beradaptasi sebagai reporter lapangan, pengambil gambar, hingga penyaji berita.

Perjalanan Pramono Hari Susanto menjadi gambaran bahwa disiplin ilmu sastra memiliki daya saing kuat di berbagai sektor, termasuk industri media. Dengan perencanaan karier yang matang dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan, lulusan humaniora mampu menembus batas konvensional dan berkontribusi secara signifikan di tingkat nasional. (tas) 

alumni FIB UNAIR industri media karier jurnalisme lulusan sastra sukses Metro TV Indonesia pers kampus UNAIR Pramono Hari Susanto storytelling jurnalistik
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.