Upaya penguatan ekonomi berbasis komunitas terus digencarkan Pemerintah Kota Surabaya. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pelibatan penjahit lokal dalam produksi kerudung bagi ASN perempuan di lingkungan pemkot.
Gagasan tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Anna Fajriatin, saat menghadiri pembagian Tabungan Hari Raya Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) di Graha Sawunggaling. Menurutnya, pengembangan program padat karya, khususnya sektor menjahit, perlu diperkuat melalui kolaborasi konkret antara pemerintah dan UMKM.
Ia menegaskan pentingnya menciptakan pasar yang jelas agar produk lokal memiliki kepastian pembeli. Salah satu potensi yang dinilai realistis adalah kebutuhan atribut seragam ASN, termasuk kerudung dengan identitas khusus Kota Surabaya.
“Ini bisa menjadi pangsa pasar baru dan order berkelanjutan bagi penjahit binaan,” ujarnya.
Ketua Koperasi SMB, Uci Fatimatuzzahro, menjelaskan bahwa koperasi saat ini membina 111 penjahit, dengan 45 anggota aktif menabung dari hasil ongkos jahit. Total tabungan yang dibagikan menjelang hari raya tahun ini mencapai lebih dari Rp50 juta.
Program tabungan tersebut, kata Uci, menjadi bukti komitmen koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. Ia menilai peluang produksi kerudung ASN dapat memperluas kapasitas usaha sekaligus meningkatkan keterampilan anggota.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan. Jika ada standar khusus, kami siap menyesuaikan dan meningkatkan kualitas,” katanya.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto agar pemerintah memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Surabaya berharap program padat karya tidak sekadar menjadi solusi jangka pendek, melainkan mampu berkembang menjadi ekosistem ekonomi lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan. (tas)

