Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Deteksi Gas Beracun di Gunung Berapi

Deteksi Gas Beracun di Gunung Berapi

TEKNOLOGI redaksi08/07/2017 - 13:00 WIB

Aktivitas gunung berapi kerap kali mengeluarkan gas beracun, seperti karbon dioksida (CO2) dan belerang (H2S). Dalam konsentrasi yang tinggi, kedua gas tersebut mampu mencemari lingkungan sekaligus berbahaya bagi kesehatan.

Guna menghindari adanya korban jiwa, Mahasiswa Departemen Teknik Elektro Otomasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan pendeteksi gas beracun yang diberi nama Togator (Toxic Gas Detector).

Adanya gas belerang dapat menimbulkan bau tidak sedap seperti telur busuk. Sedangkan, dalam konsentrasi delapan persen, karbon dioksida dapat menyebabkan pusing dan mual. Apabila dihirup, kedua gas yang termasuk kategori gas beracun ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan, pening, lelah, bronkitis bahkan kematian.

Mengingat bahaya tersebut, mahasiswa ITS menciptakan alat dengan tenaga baterai yang diharapkan dapat mengamati keadaan gas sekitar lereng gunung sehingga warga dapat dievakuasi tepat waktu. Adalah Pupawa Nandra Adika, mahasiswa yang menciptakan alat pendeteksi gas beracun dengan nama Togator.

“Layar LCD dipilih sebagai media penampil informasi. Nilai yang ditampilkan LCD dapat dikontrol melalui komputer,” ujar Pupawa. Alat ini dihubungkan dengan media komunikasi nirkabel ke pos pemantauan. Media komunikasi ini mampu menampilkan kadar-kadar gas secara langsung.

Pupawa mengaku bahwa ide ini muncul dari rekan setimnya Novardan Tio. Pupawa dan Tio dibantu tiga orang lainya, Nur Fauziah, Imanda Arifiasari dan Dickry Junior Triandy.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pupawa dan tim berhasil membawa penilitian ini didanai oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

“Kami sempat merasa kesulitan dalam menguji alat ini, karena Surabaya bukan lereng gunung. Tapi akhirnya, kami mampu menyelesaikan alat ini juga,” ucapnya sambil bersyukur. Pupawa dan tim berharap agar Togator ini dapat dipantenkan dan menggondol emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) nanti. (yul)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Jam Tangan Daur Ulang Mahasiswa ITS

18/10/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.