Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Deteksi Kanker Darah Kian Mudah

Deteksi Kanker Darah Kian Mudah

PERISTIWA redaksi19/03/2018 - 12:00 WIB

Data yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menobatkan kanker sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia, setidaknya 8.2 juta kematian di tahun 2012 disebabkan oleh kanker. Fakta ini mengilhami Moh Hamim Zajuli Al Faroby, Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), untuk menciptakan program deteksi jenis kanker darah sejak dini.

Wisudawan ITS 117 ini menjelaskan kanker adalah suatu penyakit yang unik. “Penyakit kanker cenderung mengikuti pola pertumbuhan dan penyebaran tertentu. Imbasnya berbeda jenis, berbeda cara penanganan,” ujarnya dikutip ITS Online.

Pria yang akrab disapa Hamim ini menjelaskan berdasarkan studi literaturnya setidaknya ada empat jenis kanker darah yang paling umum di dunia. “Dari empat jenis ini masih terklasifikasi lagi ke dalam beberapa sub jenis,” imbuh Mahasiswa Departemen Matematika ITS tersebut.

Semakin dini jenis leukimia teridentifikasi, lanjut Hamim, semakin baik penanganan yang dapat dilakukan. “Selama ini tenaga medis membutuhkan serangkaian tes untuk mempelajari contoh jaringan kanker dan tentunya memakan biaya dan waktu yang tidak sedikit,” terang lulusan SMAN 1 Glagah, Banyuwangi ini.

Memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelegence), Hamim berhasil merancang program pendeteksi jenis leukimia dengan memanfaatkan DNA/RNA pasien. “DNA/RNA pasien yang telah termutasi karena sel kanker diubah kedalam bentuk numerik, kemudian dimasukkan ke program dan akan ketahuan jenis leukimia yang diderita pasien,” beber pecinta komputer ini.

Dalam prosesnya, urai Hamim, program yang menggunakan metode klasifikasi Support Vektor Machine ini menggunakan 40 data DNA/RNA positif leukimia dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) dan European Moleculer Biology Laboratory (EMBL) untuk dijadikan data latihan bagi pengklasifikasian data. “Hasilnya terdapat 64 ciri dari DNA/RNA Leukimia yang tereduksi lagi menjadi hanya dua ciri,” imbuhnya.

Selanjutnya, data latihan tersebut digunakan untuk menguji 25 data lain guna mengetahui akurasinya. “Gunanya untuk melihat peforma dari program ini melalui tingkat akurasi prediksi,” tutur pecinta olahraga badminton ini.

Keluaran dari program ini, kata Hamim, divisualisasi pada bidang dua dimensi untuk mempermudah analisis. Hamim mengatakan, semakin banyak data latihan yang digunakan akan semakin akurat pula prediksi yang diberikan oleh program rancangannya. “Ke depannya, akan ditambah lagi data yang dilatih agar semakin tinggi tingkat sensifitas dalam mendeteksi jenis leukimia,” terangnya optimis.

Hamim berencana untuk mengembangkan penelitian terkait program ciptaannya ini hingga mampu mendeteksi keberadaan kanker hanya berdasarkan kode DNA/RNA yang dinumerikkan. “Rencananya, akan diperluas menjadi program pendeteksi kanker secara global,” pungkasnya. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.