Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PROFIL»Dosen UI Raih L’Oréal-UNESCO FWIS

Dosen UI Raih L’Oréal-UNESCO FWIS

PROFIL redaksi15/12/2017 - 15:00 WIB

Prestasi kembali diukir sivitas akademika FKUI, staf Post Doctoral Klaster Stem Cell and Tissue Engineering Research Center (STCE-RC) IMERI-FKUI, Retno Wahyu Nurhayati STP MEng PhDEng.

Dia meraih prestasi sebagai salah satu pemenang National Fellowship L’Oréal-UNESCO for Women in Science 2017 pada ajang National L’Oréal-UNESCO for Women in Science 2017 (L’Oréal-UNESCO FWIS Nasional) dalam kategori Life Science.

Penyerahan penghargaan dilakukan Umesh Phadke (Presiden Direktur L’Oreal Indonesia) dan Prof Dr Arief Rachman MPd (Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO) Kemendikbud, pekan lalu di Gedung Kemenristek Dikti, Jakarta.

L’Oréal-UNESCO FWIS Nasional merupakan penghargaan tingkat nasional yang diberikan perusahaan L’Oréal bekerja sama dengan KNIU Kemendikbud.

Penghargaan diberikan kepada perempuan peneliti muda yang dianggap luar biasa dan memiliki kontribusi signifikan dalam bidang ilmu pengetahuan.

Terdapat dua kategori dalam penghargaan tersebut, yaitu Life Science dan Materials Science, yang masing-masing akan dipilih 2 orang pemenangnya.

Di Indonesia, penghargaan ini sudah diselenggarakan sejak 2004 dan para pemenang berhak mendapatkan fellowship nasional untuk riset Rp 80 juta.

Sangat membanggakan karena dalam usianya yang menginjak 29 tahun, Retno tercatat sebagai pemenang termuda sejak ajang penghargaan tersebut digelar.

Dalam ajang penghargaan ini, Retno harus melalui dua tahap seleksi. Tahap pertama adalah seleksi profil dan proposal penelitian untukmemilih 10 finalis terbaik. Lalu dilanjutkan ke tahap seleksi berikutnya yaitu seleksi presentasi dan wawancara.

Pada proses seleksi, Retno mengajukan sebuah penelitian yang berjudul “Fabrication of poly (Pro-Hyp-Gly) Microencapsulated Human Hematopoietic Stem Cells in Immiscible Media”. Fokus penelitian Retno yaitu mengembangkan teknologi terapi sel punca pada tata laksana kanker.

Sel punca merupakan suatu sel yang memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel. Kemampuan ini diharapkan mampu menjadi pengobatan regeneratif. Pada penderita leukemia, obat-obatan dan kemoterapi berfungsi mematikan sel kanker, namun sel-sel darah yang sehat juga akan terkena dampak negatif dari pengobatan tersebut.

Terapi sel punca memberikan harapan baru untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat kanker atau pengobatan kanker. Sel punca hematopoietik dapat diisolasi dari pasien sebelum dilakukan pengobatan (apabila sel punca pasien normal) atau diambil dari donor.

Akan tetapi sel punca hematopoietik memerlukan kesesuaian protein antigen (kesesuaian dari 8 jenis HLA/Human Leukocyte Antigen) antara donor dan resipien serta memerlukan jumlah sel yang tidak sedikit (100juta sel/kg berat badan).

Akibatnya, pasien harus menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk memperoleh donor sel punca hematopoietik dengan HLA yang sesuai dan dalam jumlah sel yang cukup.

Retno, dalam pekerjaannya di Klaster SCTE-RC IMERI-FKUI, berusaha mengembangkan suatu clinical-grade packaging (microenkapsulasi) sel punca hematopoietik/darah (hematopoietic stem cells) menggunakan hidrogel polypeptida.

Dengan teknologi microenkapsulasi, sel punca dengan HLA yang tidak sesuai pun tetap terlindungi pada waktu ditransplantasikan ke pasien. Teknologi ini diharapkan mengurangi dosis penggunaan sel punca dengan HLA yang sesuai sehingga mampu meningkatkan keberhasilan transplantasi sel punca hematopoietik.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjaditerobosan baru untuk meningkatkan keberhasilan transplantasi sel punca darah/hematopoietik. Pengobatan yang bersifat regeneratif (memperbaiki sel/jaringan yang rusak) akan menjadi solusi terbaik bagi penderita leukemia, kelainan darah, dan kerusakan sumsum tulang.

Pencapaian maksimal ini tentunya tidak lepas dari kerja keras Retno dan tim pembimbing yang banyak membantu dalam menyelesaikan karya ilmiahnya.

“Hasil ini tidak lepas dari dukungan dan bimbingan para pembimbing yang telah banyak membantu saya. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pembimbing dari klaster Stem Cell & Tissue Engineering IMERI FKUI,” kata Retno dengan menyebut sejumlah nama. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Khofifah Raih Penghargaan Nasional CSR Desa Berkelanjutan 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Desa Mandiri

25/04/2026 - 10:10 WIB

Formula 1 Resmi Kembali ke Istanbul Park Mulai 2027, Kontrak Lima Tahun Perkuat Ekspansi Global

24/04/2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Amelia Febriani, Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Global Lewat Inovasi Pendidikan Berbasis Empati

08/04/2026 - 21:16 WIB

Perjalanan Inspiratif Alumni FK Unair di Gaza

06/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.