Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Ekspor Jati Tetap Andalan Perhutani

Ekspor Jati Tetap Andalan Perhutani

EKONOMI BISNIS redaksi20/12/2018 - 14:30 WIB

Tahun depan, Perum Perhutani masih mengandalkan kayu jati sebagai mendorong ekspor.

Corporate Secretary Perum Perhutani, Asep Rusnandar, menyatakan untuk 2019 mendatang, produk kayu jati Perhutani yang menjadi andalan itu memiliki produk-produk turunan berupa flooring jati, plywood, dan barecore.

Volume ekspor flooring jati ditargetkan sebesar 4.098 meter kubik dengan nilai sekitar Rp120 miliar dan produk plywood serta barecore 9.300 meter kubik dengan nilai sekitar Rp36 miliar.

“Kami optimis pada 2019, ini seiring beberapa pertimbangan seperti nilai kurs rupiah terhadap dolar AS yang cenderung stabil,” terang Asep lewat laman resmi Perum Perhutani, Sabtu (15/12)

Dikatakan Asep, inovasi perusahaan dalam mengantisipasi minat dan target ekspor dirumuskan dalam sejumlah strategi.

Memotong jaringan pemasaran dengan membangun networking pasar terutama di China dan Eropa, melakukan riset pasar, hingga mendorong pembuatan produk baru yakni produk-produk furnitur dan housing component.

Asep menyebut, pabrik industri kayu Perhutani di Brumbung, Semarang, diprogram untuk fokus membuat produk-produk furnitur dan housing component dengan desain- desain yang terkini baik untuk pasar nasional maupun pasar luar negeri.

“Saat ini kondisi pabrik sedang di-setting ulang untuk bisa mendukung fokus produk tersebut,” katanya.

Perhutani menghasilkan log kayu setiap tahun sekitar 900.000 meter kubik, dengan rincian kayu jati 500.000 meter kubik, dan rimba 400.000 meter kubik. Ada pula hasil hutan kayu berupa getah pinus 90.000 ton per tahun.

“Untuk kayu log yang diserap industri kayu hanya sekitar 10-15% sisanya dijual berupa log dan dapat menggerakkan roda perekonomian industri kehutanan swasta,” sambung Asep.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) memperkirakan nilai ekspor produk kehutanan dapat meningkat sekitar 8,3% menjadi US$13 miliar pada tahun depan.

Tahun ini, nilai ekspor diperkirakan mencapai US$12 miliar. Khusus untuk produk kayu olahan, ekspornya sudah mencapai US$10,59 miliar sampai dengan Oktober.

Di sisi lain, Asep meyakini Paket Kebijakan Ekonomi XVI diharapkan bisa memberi dampak semakin tingginya insentif bagi para investor. Ke depannya, diharapkan industri kehutanan akan semakin meningkat baik dari segi volume maupun teknologi.

“Era perdagangan bebas memang sudah menjadi kesepakatan negara-negara di dunia sehingga diharapkan persaingan sehat dan produktifi tas akan semakin meningkat,” terangnya.

Dia berpendapat, Perhutani sebagai salah satu pelaku usaha kehutanan, terutama untuk produk kayu dan nonkayu, bisa mendorong arus modal untuk masuk ke Indonesia. Tentunya kondisi ini akan membangkitkan industri kehutanan dan memberi nilai tambah. (jnr)

Ekspor Kayu Jati Perum Perhutani
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.