Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Ekspor Perikanan Budidaya Tren Positif

Ekspor Perikanan Budidaya Tren Positif

EKONOMI BISNIS redaksi26/12/2017 - 12:00 WIB

Neraca perdagangan ekspor perikanan budidaya positif selama tiga tahun terakhir. BPS mencatat bulan September tahun 2017, nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) tercatat sebesar 110,54 meningkat 1,12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Pusat Kajian Pembangunan Perikanan dan Peradaban Maritim, Suhana dalam keterangannya, Sabtu (23/12) mengatakan, kondisi ini mengindikasikan bahwa usaha budidaya yang dilakukan masyarakat lebih efisien dan memberikan nilai tambah yang lebih baik.

Tren ini juga menunjukkan program dukungan langsung bagi pembudidaya ikan yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan hasil yang baik.

Begitupun hasil kajian menunjukkan rata-rata pembudidaya ikan memiliki pendapatan sebesar Rp 3 juta, artinya berada jauh di atas indikator garis kemiskinan yang ditetapkan BPS.

Angka ini turut memberikan andil pada penurunan gini ratio yang hingga semester 1 tahun 2017 mencapai 0,393. “Kalau mengkaji data International Trade Center, kinerja neraca perdagangan sub sektor ini menunjukkan trend positif,” ungkap Suhana.

Suhana juga menilai, jika dilihat dari proporsi komoditas, justru komoditas udang menempati urutan teratas dalam memberikan kontribusi terhadap total nilai ekspor produk perikanan nasional yaitu sebesar 31 persen dengan nilai ekspor mencapai 1,28 miliar USD. Artinya, komoditas budidaya justru memberikan peluang sangat tinggi terhadap pemenuhan devisa

BPS juga mencatat tahun 2016 nilai ekspor sub sektor perikanan budidaya Indonesia mencapai 1,68 miliar USD atau memberikan share sebesar 40,3 persen terhadap total ekspor produk perikanan atau naik 4,1 persen dari tahun 2015.

Sementara nilai impor sub sektor ini mencapai 23,8 juta USD. Angka ini menunjukkan bahwa neraca perdagangan sub sector perikanan budidaya mengalami surplus dengan nilai mencapai 1,65 miliar USD.

Secara makro, perikanan budidaya juga memberi andil besar terhadap kinerja pertumbuhan PDB Perikanan yang berada di atas rata rata sektor lain yakni sebesar 6,79 pada triwulan 3 tahun 2017.

Tercatat tahun 2016 nilai produksi perikanan budidaya mencapai Rp 146,65 triliun dan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (2012 – 2016) nilai produksi perikanan budidaya mengalami kenaikan rata-rata pertahun sebesar 19,3 persen.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Catfish Club Indonesia, Imza mengatakan bahwa bantuan KKP terutama mesin pembuat pakan sangat membantu masyarakat. Hanya saja menurutnya khusus untuk pembudidaya pemula harus diimbangi dengan pendampingan yang intensif, disamping itu penguatan kelembagaan harus didorong, sehingga pembudidaya memiliki akses terhadap informasi pasar. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.