Evaluasi Seminggu Uji Coba Borobudur
JALAN-JALAN PERISTIWA

Evaluasi Seminggu Uji Coba Borobudur

Uji coba pembukaan destinasi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah berlangsung selama sepekan. Belum semua pengunjung familiar dengan aplikasi PeduliLindungi.

Wakil Sementara General Manager Taman Wisata Candi Borobudur Jamaludin Mawardi mengatakan belum semua pengunjung mengetahui aturan baru masuk kawasan wisata itu. Salah satu indikasinya, masih ada pengunjung yang membawa anak-anak di bawah 12 tahun dan ikut pengunjung belum mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Candi Borobudur mulai melakukan uji coba pembukaan sejak Sabtu (18/09). Ketika hari pertama uji coba dijumpai banyak hambatan pengunjung yang belum download aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu, terjadi antrean di lokasi qr barcode. Saat itu, di lokasi tersedia ada enam titik qr barcode.

“Sebenarnya bukan soal jumlahnya (qr barcode) karena disitu mayoritas mereka baru proses download aplikasi. Kedua, kadang-kadang faktor server kalau diakses bareng-bareng ada yang nggak bisa langsung jadi,” kata kata Jamal saat ditemui di sela-sela pelaksanaan vaksinasi di museum kompleks Candi Borobudur, Sabtu (25/09).

Jamal mengakui selama seminggu uji coba pembukaan ini rata-rata pengunjung Candi Borobudur masih di bawah angka 1.000 orang pengunjung. Untuk hari pertama uji coba ada sekitar 592 pengunjung, kemudian Sabtu (19/09), sekitar 600 orang. Berikutnya, Senin (20/09), mengalami penurunan dan sampai Jumat (24/09), sekitar 320 pengunjung.

“Mudah-mudahan setelah seminggu dari masa uji coba pertama ini, harapannya ada peningkatan. Tapi, belum sampai pada angka 1.500, kayaknya belum,” ujarnya.

“Saya kira itu hampir semua dialami destinasi yang uji coba (kendala). Anak-anak masih ada kedapatan bersama pengunjung (orangtua) sehingga mereka nggak jadi masuk, putar balik,” katanya.

Terkait dengan temuan masih adanya anak-anak yang diajak dan belum download aplikasi PeduliLindungi, kata Jamal, perlunya campaign kepada calon pengunjung. Kemudian, perlunya mendownload aplikasi PeduliLindungi.

“Saya kira campaign untuk ke calon pengunjung sebelum kunjungan itu. Calon pengunjung teredukasi besok harus sudah vaksin, nggak boleh bawa anak-anak misalnya, itu kan nggak mungkin bisa menjangkau semuanya yang akan ke Borobudur. Ada juga yang masyarakat ingin ke Candi Borobudur, terus belum didapatkan informasi soal apa yang boleh, apa yang belum boleh,” kata dia. (indonesia.go.id)