Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Mahasiswa UNAIR Ciptakan Deorans Berbahan Tawas Lokal, Deodoran Ramah Kulit Sensitif dan Peduli Lingkungan
  • Guru Besar ITS Kenalkan Sustainable Manufacturing, Strategi Perkuat Industri Nasional dan Ekonomi Sirkular
  • Wapres Gibran Apresiasi Khofifah, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Lumbung Padi Nasional
  • Uji Coba Jalan Radial Road Lontar Dimulai, Eri Cahyadi Optimistis Kemacetan Surabaya Barat Terurai
  • Jelang Mutasi ASN Surabaya, Eri Cahyadi Wajibkan Pejabat Perempuan Kantongi Restu Suami
  • Mangrove Eco Run 3.0 Resmi Dibuka, Surabaya Targetkan 2.000 Pelari
  • Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja
  • Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Guru Besar ITS Kenalkan Sustainable Manufacturing, Strategi Perkuat Industri Nasional dan Ekonomi Sirkular

Guru Besar ITS Kenalkan Sustainable Manufacturing, Strategi Perkuat Industri Nasional dan Ekonomi Sirkular

PERISTIWA Tiara AS29/06/2026 - 22:14 WIB
Prof Ir Maria Anityasari ST ME PhD IPU ASEAN Eng
Prof Ir Maria Anityasari ST ME PhD IPU ASEAN Eng

Industri manufaktur dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk menjawab tantangan keberlanjutan industri di masa depan, Guru Besar ke-242 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Ir. Maria Anityasari ST ME PhD IPU ASEAN Eng, memperkenalkan konsep sustainable manufacturing atau manufaktur berkelanjutan sebagai pendekatan yang mampu memperkuat daya saing industri sekaligus mendukung ekonomi sirkular.

Dalam pandangannya, konsep tersebut menjadi langkah yang lebih komprehensif dibandingkan green manufacturing yang selama ini banyak diterapkan di sektor industri. Menurut Maria Anityasari, green manufacturing lebih menitikberatkan pada efisiensi proses produksi dan rantai pasok yang bergerak satu arah, sehingga belum mampu menciptakan siklus pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Sebagai dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) ITS, Maria menjelaskan bahwa sustainable manufacturing mengedepankan sistem produksi yang memungkinkan material dan produk digunakan kembali melalui berbagai tahapan pengolahan. Dengan pendekatan tersebut, konsumsi sumber daya dapat ditekan karena setiap produk memiliki peluang memperoleh siklus kehidupan kedua hingga berikutnya.

Konsep tersebut dibangun berdasarkan keahlian Maria di bidang Life Cycle Engineering (LCE), disiplin ilmu yang mempelajari seluruh siklus hidup suatu produk sejak tahap perancangan hingga akhir masa pakainya. Lulusan program doktor University of New South Wales, Australia, itu menilai pendekatan LCE menjadi landasan penting agar produk industri tidak berhenti setelah digunakan, melainkan dapat kembali masuk ke dalam rantai produksi.

Melalui pendekatan tersebut, industri didorong untuk menghasilkan produk yang memiliki umur pakai lebih panjang dan dapat diolah kembali sesuai kebutuhan. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan material sekaligus mengurangi limbah industri.

Dalam pengembangan keilmuannya, Maria memusatkan perhatian pada tiga proses utama, yakni reuse, remanufacture, dan refurbish. Ketiga pendekatan tersebut memungkinkan suatu produk dimanfaatkan kembali dengan kualitas yang tetap memenuhi standar industri, sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan baku baru.

Keahlian tersebut juga mendorong kolaborasi antara ITS dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dalam penyusunan kebijakan ekonomi sirkular. Maria terlibat dalam pengembangan berbagai konsep yang mendukung transformasi industri menuju sistem produksi yang lebih berkelanjutan.

Sebagai implementasi nyata hasil risetnya, Kepala Laboratorium Sistem Manufaktur DTSI ITS tersebut mengembangkan Decision Support System (DSS), sebuah sistem yang membantu pelaku industri menentukan strategi terbaik dalam mengelola produk setelah masa pakainya berakhir.

Selain DSS, Maria juga mengembangkan Core Assessment Evaluation (CAS), sebuah metode evaluasi yang digunakan untuk menganalisis kondisi suatu produk sebelum diputuskan apakah layak digunakan kembali, diperbarui (refurbish), atau diproduksi ulang (remanufacture). Teknologi tersebut memanfaatkan proses identifikasi kerusakan sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih akurat dan efisien.

Pengembangan berbagai inovasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi industri nasional, tetapi juga memperkuat kemandirian sektor manufaktur Indonesia di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Di sisi lain, penerapan sustainable manufacturing juga sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Melalui pengembangan konsep manufaktur berkelanjutan tersebut, ITS berharap dunia industri Indonesia mampu mempercepat transformasi menuju ekonomi sirkular yang lebih efisien, kompetitif, dan berdaya tahan, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa mendatang. (tas)

ekonomi sirkular Guru Besar ITS industri manufaktur Indonesia ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Mahasiswa UNAIR Ciptakan Deorans Berbahan Tawas Lokal, Deodoran Ramah Kulit Sensitif dan Peduli Lingkungan

29/06/2026 - 22:16 WIB

Wapres Gibran Apresiasi Khofifah, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Lumbung Padi Nasional

29/06/2026 - 22:10 WIB

Uji Coba Jalan Radial Road Lontar Dimulai, Eri Cahyadi Optimistis Kemacetan Surabaya Barat Terurai

29/06/2026 - 22:07 WIB

Jelang Mutasi ASN Surabaya, Eri Cahyadi Wajibkan Pejabat Perempuan Kantongi Restu Suami

29/06/2026 - 22:04 WIB

Demi Menjadi Ahli Gizi, Mahasiswi Asal Kalimantan Utara Rela Lepas Status Kuliah di Semarang demi UNAIR

27/06/2026 - 18:41 WIB

Kuatkan Tekad, Siswi Ini Rela Tempuh Perjalanan Udara Demi Masuk FK UNAIR

27/06/2026 - 18:36 WIB

Comments are closed.

Mahasiswa UNAIR Ciptakan Deorans Berbahan Tawas Lokal, Deodoran Ramah Kulit Sensitif dan Peduli Lingkungan

29/06/2026 - 22:16 WIB

Guru Besar ITS Kenalkan Sustainable Manufacturing, Strategi Perkuat Industri Nasional dan Ekonomi Sirkular

29/06/2026 - 22:14 WIB

Wapres Gibran Apresiasi Khofifah, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen dan Tetap Jadi Lumbung Padi Nasional

29/06/2026 - 22:10 WIB

Uji Coba Jalan Radial Road Lontar Dimulai, Eri Cahyadi Optimistis Kemacetan Surabaya Barat Terurai

29/06/2026 - 22:07 WIB

Jelang Mutasi ASN Surabaya, Eri Cahyadi Wajibkan Pejabat Perempuan Kantongi Restu Suami

29/06/2026 - 22:04 WIB

Mangrove Eco Run 3.0 Resmi Dibuka, Surabaya Targetkan 2.000 Pelari

28/06/2026 - 18:34 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.