Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»fenomena tarot, generasi Z dan tarot, psikologi tarot, coping mechanism Gen Z, psikolog UNAIR

fenomena tarot, generasi Z dan tarot, psikologi tarot, coping mechanism Gen Z, psikolog UNAIR

PERISTIWA Tiara AS16/01/2026 - 11:52 WIB
Penggunaan tarot di kalangan Gen Z dinilai sebagai cara unik mengelola kecemasan. Psikolog UNAIR mengungkap fungsi dan risikonya dari sisi psikologi.

Generasi Z dikenal dengan berbagai pendekatan unik dalam menghadapi tekanan hidup, termasuk dalam mengelola emosi dan kecemasan. Salah satu tren yang cukup menonjol adalah penggunaan kartu tarot sebagai sarana mencari kejelasan atas perasaan gelisah terkait masa depan maupun pengalaman hidup.

Fenomena ini mendapat sorotan dari Psikolog Klinis Universitas Airlangga (UNAIR), Dian Kartika Amelia Arbi, M.Psi., yang memandang tarot sebagai bentuk coping mechanism psikologis, bukan semata-mata praktik mistis.

“Tarot sebenarnya bukan hal baru. Namun, pada Gen Z, tarot sering digunakan ketika mereka merasa tidak berdaya menghadapi situasi yang sulit dan tidak pasti. Mereka mencari penjelasan eksternal yang bisa memberi rasa aman,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Menurut Dian, pembacaan tarot dapat memunculkan khayalan atau narasi yang membuat individu merasa seolah mampu memahami apa yang sedang terjadi dalam hidupnya. Narasi tersebut berperan dalam menurunkan tingkat kecemasan.

“Tarot menawarkan cerita tentang diri tanpa penilaian, sehingga bagi sebagian orang terasa menenangkan ketika mereka berada dalam kondisi cemas,” jelasnya.

Namun, ia menekankan bahwa penggunaan tarot memiliki dua sisi. Jika dimanfaatkan sebagai bahan refleksi diri yang mendorong evaluasi dan perkembangan personal, maka tidak menjadi persoalan. Sebaliknya, ketergantungan berlebihan dapat membuat individu berhenti berupaya memperbaiki kondisi dirinya.

Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai self-fulfilling prophecy, yakni ketika seseorang meyakini suatu prediksi sehingga perilakunya justru mengarah pada terwujudnya prediksi tersebut.

“Bukan karena ramalan itu benar, tetapi karena individu sudah percaya, sehingga energi dan tindakannya mengikuti keyakinan tersebut,” ungkap Dian.

Sebagai solusi yang lebih sehat, Dian menyarankan berbagai cara pengelolaan stres, seperti menulis jurnal, mengatur waktu dengan baik, menjaga pola makan bergizi, dan rutin berolahraga. Apabila tekanan emosional semakin berat dan sulit ditangani sendiri, bantuan profesional dari psikolog atau psikiater menjadi pilihan terbaik. (tas)

coping stres Gen Z Gen Z dan tarot psikologi tarot tarot dan kesehatan mental tren generasi Z
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.