Gado-Gado Nurhayati Kini Cepat Tersaji
KOMUNITAS PERISTIWA

Gado-Gado Nurhayati Kini Cepat Tersaji

Baru semingggu aliran gas terpasang di dapur rumah, Nurhayati Asa (58 tahun) merasakan betul manfaat dari sumber energi yang mengalir tiada henti ini.

Berlokasi di perumahan umum Puri Nirwana Cibinong, Kabupaten Bogor, usaha gado-gado ibu yang memiliki 14 cucu tersebut kian moncer, tanpa repot ganti tabung, kini ia dapat memasak sepanjang hari.

Sajian jualan gado-gado pun cepat tersaji. Pembeli sekarang tidak perlu menunggu lama untuk mendapat makanan dari hasil racikan tangan Nurhayati.

“Saya sudah tak khawatir lagi kalau tengah malam mau masak atau saat pembeli datang tiba-tiba kehabisan gas. Mereka tak perlu nunggu lama lagi gado-gado yang dibeli,” ungkap Nurhayati saat ditemui di rumahnya, Rabu (28/2).

Keberadaan jaringan gas ini dapat memberikan nilai ekonomis bagi pengguna, menekan biaya operasional jualan gado-gado Nurhayati. “Cukup membantu warga, meringankan beban ekonomi. Kita tidak perlu jauh-jauh lagi membeli gas tabung LPG,” kata Nurhayati.

Dalam sebulan, ibu berusia 58 tahun tersebut bisa menghabiskan hingga (delapan) tabung gas 3 Kg. “Saya membeli sekitar Rp16.000 atau Rp20.000 jika dianter. Tinggal dikalikan aja,” keluhnya saat masih memakai tabung LPG 3 Kg.

Pembayaran pun dinilai Nurhayati cukup praktis lantaran bisa dilakukan di jaringan waralaba seperti minimarket. “Kita bisa bayar di minimarket dan aplikasi online lainnya,” tuturnya.

Selain praktis, segi keamanan juga menjadi pertimbangan utama bagi Nurhayati. “Amanan ini. Ini jarak 50 meter gak nyamber. Cukup aman,” jelasnya.

Yang lebih melegakan lagi, Nurhayati tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk melakukan pemasangan jaringan gas di rumahnya. “Sama sekali tidak ada biaya, gratis,” syukurnya.

Tak lupa, Ibu yang memiliki 4 (empat) anak ini tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah atas keberadaan program yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Alhamdulillah sekarang gasnya ada terus setiap kita butuhkan. Kami berterima kasih banyak kepada Pemerintah atas program ini,” ungkap Nurhayati.

Gas di rumah nurhayati adalah satu dari 5.120 sambungan rumah (SR) jaringan gas di Kabupaten Bogor yang diresmikan oleh Menteri ESDM Igansius Jonan pada Rabu (27/2) dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018.

Pembangunan Jargas untuk Kabupaten Bogor sendiri merupakan kali kedua, dimana yang pertama diberikan pada tahun 2012 yang telah dibangun 4.000 SR.

Selanjutnya, dengan dana APBN tahun 2018, Pemerintah menugaskan PT PGN untuk membangun jargas di Kecamatan Cibinong dan Bojong Gede, yang meliputi Puri Nirwana 3 (1.268 SR), Gaperi (1.636 SR), Bojong Gede Baru (928 SR), Puspa Raya (550 SR), dan Sukahati (738 SR). Dengan demikian, saat ini sebanyak 9.120 rumah tangga di wilayah ini telah teraliri gas bumi. (sak)