Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Ganjar Kunjungi Batik Ciprat Penyandang Disabilitas di Magetan

Ganjar Kunjungi Batik Ciprat Penyandang Disabilitas di Magetan

PERISTIWA redaksi20/04/2022 - 13:00 WIB

Desa Simbatan Kabupaten Magetan Jawa Timur dulunya sering dikucilkan. Sebab di desa itu, banyak penduduknya adalah penyandang disabilitas.

Namun kini Desa Simbatan jadi terkenal. Di desa itu, ada produk UMKM unggulan bernama Batik Ciprat Langitan. Dan ternyata, pembuat produk yang sudah terkenal sampai tingkat ASEAN ini adalah para penyandang disabilitas.

Kisah itulah yang menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Saat sedang melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Sabtu (16/04), Ganjar yang didampingi istri, Siti Atikoh, menyempatkan untuk mampir ke Batik Ciprat Langitan ‘Sambung Roso’, di Desa Simbatan itu.

Saat Ganjar tiba, ia langsung disambut dengan aksi para penyandang disabilitas yang sedang memproduksi batik. Ada yang membuat batik dengan metode gepyok, ciprat, lurikan, hingga jumputan. Didampingi Bupati Magetan, Ganjar berkeliling melihat proses produksi batik di tempat itu.

“Kamu lagi apa?wah pinter banget ya buat motif seperti ini. Itu memang dipukul-pukul seperti itu ya, tapi jadinya bagus lho. Belajar berapa lama,” tanya Ganjar pada para difabel yang sedang membuat batik itu.

Salah satu penyandang disabilitas mengatakan sudah tiga tahun bekerja di tempat itu. Ia diajari oleh pengelola dan terus belajar. “Sudah dari tiga tahun lalu pak, bisa karena diajari. Bapak kalau mau coba boleh pak. Mangga,” ajaknya.

Ganjar pun mengambil sapu lidi kecil yang digunakan untuk membuat pola. Sapu itu kemudian ia celupkan ke malam panas dan dipukul ke kain putih hingga membuat pola. “Wah mudah ya ternyata. Tapi hasilnya bagus lho,” kata Ganjar.

Ganjar kemudian berkeliling melihat proses pembuatan batik karya para penyandang disabilitas itu. Beberapa kali, ia ngobrol dengan para penyandang disabilitas dan para pengelola terkait proses pembatikan. Ada sekitar 20 penyandang disabilitas yang ada di tempat itu.

“Kita belajar dari Temanggung Jawa Tengah lho pak. Ini hasil didikan bapak juga kami bisa seperti ini,” kata Ketua Batik Ciprat Langitan, Maryani.

Ganjar begitu senang mendengar kabar itu. Menurutnya, kerja sama yang baik antardaerah memang harus ditingkatkan. “Saya lagi ke tempat pembuatan batik bersama teman-teman difabel di Magetan. Dan hasilnya bagus sekali. Ternyata mereka belajar ke Temanggung, dan sekarang hasilnya luar biasa,” katanya.

Para penyandang disabilitas yang ada di sana sudah memiliki banyak teknik membatik. Mulai gepyok, ciprat, lurikan dan jumputan. Ganjar pun membeli sejumlah batik yang sudah selesai dibuat dan dipajang di toko.

“Saya senang karena banyak orang sekarang peduli pada saudara-saudara kita ini. Kalau mereka difasilitasi, punya keterampilan, maka mereka bisa mandiri. Kalau dulu, mohon maaf, mereka dipandang sebelah mata, sekarang jadi tulang punggung keluarga. Hebatlah,” ucapnya.

Kunjungan Ganjar ke Batik Ciprat Langitan disambut antusias para penyandang disabilitas di sana. Salah satunya adalah Wulan (22), yang mengaku bahagia dikunjungi Ganjar. Ia memang ngefans dengan orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

“Senang sekali, bahagia bisa bertemu pak Ganjar. Ternyata benar, Pak Ganjar orangnya ramah, ganteng, dan baik. Saya tadi bahkan minta Pak Ganjar datang ke pernikahan saya sebentar lagi,” katanya.

Wulan juga mengapresiasi perhatian Ganjar pada penyandang disabilitas seperti dirinya. Menurutnya, penyandang disabilitas memang perlu diperhatikan dan diberi kesempatan untuk mengoptimalkan diri.

“Seperti sekarang kami bisa seperti ini. Kami bisa mandiri, bekerja cari uang untuk kebutuhan. Saya sekarang lebih bahagia,” tutupnya. (hms)

Ganjar Kunjungi Batik Ciprat Penyandang Disabilitas di Magetan
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.