Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Ganjar Tak Ingin SDM Indonesia Jadi Kuli

Ganjar Tak Ingin SDM Indonesia Jadi Kuli

KOMUNITAS redaksi05/12/2023 - 11:00 WIB

Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo sangat berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan. Menurut Ganjar, pendidikan merupakan investasi terbaik agar Indonesia bisa menjadi negara maju.

Ia tak memungkiri, Indonesia harus mengubah sistem kurikulum sesuai dengan perkembangan zaman.

“Yang pertama yang harus digaspol sekarang adalah pembangunan SDM. Suka tidak suka, mau tidak mau, krikulumnya diubah nggak? Yang sudah bagus-bagus jangan diubah Pak, tapi yang tidak bagus harus diubah, Pak, apalagi yang salah harus diubah,” kata Ganjar saat berkampanye di Kupang, Sulawesi Tenggara, Minggu (03/12).

Ganjar menjelaskan, Indonesia memiliki banyak sumber daya alam (SDA) yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, setiap lulusan pendidikan harus juga meraih hasil yang baik. “Jadi mau digantikan tidak (kurikulum), tergantung. Tapi dunia pendidikan itu menurut saya tidak hanya menciptakan tukang,” ucap Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu mengatakan, pendidikan harus menciptakan karakter yang baik, hingga berintegritas. Bila hal itu bisa dicapai, masyarakat Indonesia akan merasa malu bila melakukan korupsi. “Dunia pendidikan juga harus membangun karakter, moral, etik integritas,” papar Ganjar.

Ganjar juga memastikan, guru akan diajak berkomunikasi jika ada perubahan kurikulum. Sehingga, dapat diketahui apakah guru bisa melaksanakan kurikulum tersebut atau tidak.

“Nanti kita berbicara dengan para guru apakah kita sanggup melakukan tindakan itu cepat, kira-kira 5 tahun seperti apa? Tidak boleh ada alasan, 5 tahun kita siapkan program seperti ini dan kita kejar. Nanti teman-teman guru pasti kita tanya sangat tahu, metodenya sudah tepatkah,” ujar Ganjar.

Pernyataan Ganjar ini merespons, curhatan Muhamad Amin Rauf, dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Tenggara. Ia mengeluhkan soal kurikulum pendidikan di Indonesia.

Amin mengkritisi kurikulum merdeka yang digagas Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya tak jelas arahnya. “Nah sekarang saya menyuarakan guru Nahdlatul Ulama, pendidikan sekarang dengan kurikulum yang istilahnya merdeka walaupun kita sudah merdeka 7 tahun yang lalu, tapi bukan membangun generasi bangsa ke depan, tapi arahnya enggak jelas,” pungkas Amin. (gp)

Ganjar Pranowo
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.