Genjot Produksi PRO EM-1 Saat Pandemi
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Genjot Produksi PRO EM-1 Saat Pandemi

Di masa pandemi Covid-19 kapasitas produksi konsentrat minuman sehat probiotik PRO EM-1 terus meningkat. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan masyarakat untuk mengonsumsi suplemen kesehatan guna menjaga imun tubuh semakin meningkat.

Direktur PT Agro Mitra Alimentare (AMA) Ge Recta Geson mengatakan pada Maret 2020, produksi PRO EM-1 hanya mencapai 1.800 botol. Begitu juga di bulan April.

“Di awal produksi kami hanya memproduksi 1 tangki atau 1.000 liter yang bisa menjadi 1.800 botol,” ujar Recta dalam Konferensi Pers “Membangun Imunitas Tubuh dengan Probiotik untuk Hidup Damai dengan Covid-19 dan Patogen lain Dalam Era New Normal” di Malang, Rabu (03/06).

Produksi kemudian meningkat tiga kali lipat menjadi 5.400 botol di bulan Mei dan Juni. Dan kemudian akan ditingkatkan lagi menjadi 9.000 botol.

“Kami terus menambah kapasitas produksi karena kapasitas terpasang pabrik kami bisa mencapai 125ribu botol,” tambah Recta. Diharapkan pada awal tahun depan produksi bisa optimal sesuai kapasitas terpasang.

Recta menambahkan, Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO) COVID-19 mungkin tidak akan pernah hilang dari muka bumi dan penduduk diseluruh dunia harus belajar untuk hidup damai dengannya.

Menurut Recta, cara jitu untuk hidup berdamai dengan virus termasuk COVlD-19 dan semua patogen adalah dengan membangun pertahanan dari dalam tubuh yaitu sistem imun.

”Mikrobiota yang ada dalam saluran cerna (gut) akan menstimulasi sel limfatik pada usus untuk memproduksi 70-80 persen imun yang beredar dalam tubuh. Mikrobiota memodulasi dan mengedukasi imun yang diproduksi dalam saluran cerna (gut),” papar Recta.

“Pada gilirannya imun yang optimum ini akan mengendalikan mikrobiota dalam seluruh organ tubuh. Sehingga kita bisa terhindar dari segala macam penyakit,” imbuhnya.

Ia menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan mengembangkan produk turunan berupa minuman probiotik untuk anak-anak dengan rasa buah-buahan. “Kemudian di tahun depan rencananya akan merilis produk nasal spray,” jelas Rectar.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar FK Unair Prof Subijanto Marto Sudarmo mengatakan merawat mikroba baik jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan menghancurkan mikroba jahat.

“Merawat mikroba baik lebih penting daripada menghancurkan mikroba jahat. kita tidak bisa hidup tanpa mikroba, karena jika kita membersihkan mikroba maka kita akan lemah dan tidak bisa hidup menjadi manusia,” ujar Prof Subijanto yang adalah pakar probiotik.

Dia juga mengatakan bahwa ada sekitar 1100 miliar mikroba yang hidup di usus manusia, hal ini menjadikan usus merupakan organ penting dalam sistem kesehatan manusia.

“Jika kita bisa mempertahankan 80 persen mikroba baik di usus kita dan membiarkan 20 persen mikroba jahat, maka kita akan sehat dan terhindar dari banyak penyakit, jadi sangat penting kita makan makanan atau minuman berfermentasi agar asupan probiotik kita tetap terjaga,” tambah Prof Subijanto.

Salah satu konsumen PRO EM-1, Habib Hasan Mulachela menambahkan semenjak mengonsumsi PRO EM-1, maag akut yang ia derita sudah tidak pernah kambuh lagi. Bahkan ulama asal Solo yang videonya membagikan sembako untuk masyarakat tidak mampu menggunakan mobil sport tersebut membagikan PRO EM-1 ke sejumlah daerah di Jawa Timur.

“Saya melihat angka pasien di Jatim sangat tinggi. Karena itu saya ingin pejabat-pejabat, polisi-polisi serta petugas Gugus Tugas yang menangani Covid-19 mengonsumsi PRO EM-1 ini agar imunitasnya terus terjaga,” kata Habib Hasan. (ist)