Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Gerakan Seniman Masuk Sekolah

Gerakan Seniman Masuk Sekolah

SENI BUDAYA redaksi09/08/2018 - 16:00 WIB

Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2018 resmi dimulai. Ditandai dengan pelaksanaan Lokakarya Gerakan Seniman Masuk Sekolah, yang dibuka secara resmi Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada tahun ke-2 pelaksanaan GSMS, sebanyak 1.320 seniman dari bidang seni tari, musik, teater, seni sastra, seni rupa, dan seni media ikut serta terlibat dalam gerakan ini.

Para seniman akan terjun langsung ke sekolah-sekolah di 28 provinsi, untuk mengenalkan dan mengajarkan kesenian kepada peserta didik sesuai dengan bidangnya.

Dihadapan para perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari 28 provinsi serta para seniman, Hilmar Farid menegaskan kembali tujuan utama dari Gerakan Seniman Masuk Sekolah, yaitu memperluas akses peserta didik terhadap kegiatan berkesenian.

“Pendidikan seni di Indonesia tidak merata, ada sekolah-sekolah yang sangat maju, punya guru kesenian, ekskul, dan seterusnya. Tapi ada sekolah-sekolah yang tidak punya akses. Tujuan utama adalah memperluas akses pelajar dalam kegiatan-kegiatan artistik melalui gerakan ini,” tegas Hilmar Farid.

Gerakan Seniman Masuk Sekolah berfokus pada pembelajaran kesenian oleh seniman di luar jam pelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler di satuan pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK. Pembelajaran berlangsung selama 30 hari, dengan waktu belajar tiap pertemuan 2 jam.

Hilmar Farid juga mengingatkan bahwa gerakan ini bukan bermaksud menjadikan anak-anak menjadi seniman, namun lebih dari itu, agar anak-anak dapat mengekspresikan diri dengan bahasa artistik.

“Bapak Ibu juga punya tugas memperkenalkan kehidupan seni itu sebenarnya seperti apa, sehingga ketika anak-anak mempunyai pilihan sudah dengan pengetahuan cukup,” ujarnya.

Melalui program GSMS seniman juga memiliki ruang untuk berperan serta dalam dunia pendidikan. Pengajaran kesenian bukan sekadar untuk mengenali proses kreatif dalam seni, lebih dari itu.

Menjadikan kesenian sebagai wahana penguatan karakter melalui pemahaman dan penyerapan nilai-nilai positif selama program pembelajaran.

Semakin banyaknya seniman yang ingin terlibat dalam gerakan ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim perumus GSMS.

Deni Hadiansah, seorang sastrawan dari Jawa Barat, yang juga anggota tim perumus menyampaikan, tim harus menyeleksi lebih dari 1.800 seniman yang mendaftarkan dirinya lewat daring (online).

Selain itu, penempatan seniman pun harus di lokasi yang tepat, sesuai petunjuk teknis program GSMS. “Tahun ini seniman didampingi asisten (seniman) di masing-masing sekolah, jadi menjembatani antara pihak seniman dan sekolah,” ujar Deni.

Pada akhir program, para peserta didik akan mementaskan pertunjukan atau pameran hasil belajar untuk memberikan ruang dan kesempatan agar hasil pembelajaran mereka dapat diapresiasi oleh masyarakat. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.