Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»OLAHRAGA»Guntur, Anak Nelayan Andalan Indonesia

Guntur, Anak Nelayan Andalan Indonesia

OLAHRAGA redaksi27/09/2017 - 10:00 WIB

Guntur, nama yang singkatnya. Meski singkat, ibarat guntur di angkasa yang menggelegar, sukses beprestasi di ajang ASEAN Para Games bersama tim para renang menyumbang medali terbanyak kontingen Indonesia.

Lahir 34 tahun yang lalu, tepatnya 12 Oktober 1983, di Balikpapan Kalimantan Timur dari keluarga nelayan asal Sulawesi Selatan, ayah bernama H Senter dan ibu Hj Suwarni.

Guntur kecil hingga usia remaja tumbuh normal tanpa ada kekurangan apapun, hingga suatu saat di tahun 2000 ketika ikut berkapal membantu orang tuanya musibah terjadi, kecelakaan kapal nelayannya membuat tangan kirinya putus terkena kibasan kipas mesin kapal.

Seketika dunia serasa gelap, seolah kekurangan pada dirinya memupus segala harapan masa depannya. Beruntung orang tua tercinta, keluarga, dan kawan-kawannya tetap memberi semangat, terutama sahabatnya Lamri yang mengenalkan pada dunia paralimpian.

Singkat cerita, setelah 2 tahun menguatkan diri menerima takdir, sejak 2002 hingga 2006 berjuang untuk dapat masuk menjadi bagian atlet difabel. Tahun 2006 menjadi tahun kebangkitannya, mengikuti Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Kalimantan Timur berhasil mendapat 10 medali emas.

Perjuangan semakin membuahkan hasil saat dipanggil NPC Indonesia untuk turut memperkuat ASEAN Para Games 2011 di Solo, memperoleh 2 emas 2 perak. 2013 Myanmar 4 emas, 2015 Singapura 2 emas 2 perak dan 1 perunggu.

Untuk ASEAN Para Games ke-9 Kuala Lumpur Malaysia ini kesempatan masih diberikan padanya, berbekal pemusatan latihan jangka panjang (Training Camp) di Kopassus Solo sejak awal 2016, 5 emas dipersembahkan untuk Kontingen Merah Putih. 5 medali itu lahir dari 100m Gaya Dada SB8, 4x100m Estafet Gaya Bebas, 4x100m Estafet Gaya Ganti, 50m Gaya Dada SB8, dan 50m Gaya Bebas S8.

Atlet yang dalam pemusatan latihan dibawah pembinaan Pelatih Bima Kausar dan Dinda Ayu Sekartaji Marbun ini, bercita-cita tahun depan dapat memperkuat Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games.

“Saya di Incheon 2014 sudah ikut tapi belum dapat emas, meski harus melalui seleksi ketat lagi saya akan berjuang bisa tampil di Asian Para Games 2018, dengan bayang-bayang kekuatan China saya bertekad mempersembahkan medali untuk Indonesia,” kata Guntur.

Pada penghujung wawancara di Cafe Kolam Renang Bukit Jalil, atlet yang mengidolakan atlet Indonesia Triadi, atlet Singapura Joseph Isaac Schooling, dan atlet dunia Michael Phelp, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menpora Imam Nahrawi atas perhatiannya terhadap atlet terutama atlet-atlet difabel seperti dirinya.

“Saya bangga dan senang kepada Pak Menpora Imam Nahrawi, dekat dengan atlet, kalau ketemu menyempatkan selfie, dan kalau berbicara membangkitkan semangat, terima kasih dan salam untuk beliau,” pungkasnya. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Mangrove Eco Run 3.0 Resmi Dibuka, Surabaya Targetkan 2.000 Pelari

28/06/2026 - 18:34 WIB

Atletico Madrid Bidik Tijjani Reijnders dari Manchester City, Diego Simeone Benahi Lini Tengah

29/05/2026 - 20:45 WIB

Formula 1 Resmi Kembali ke Istanbul Park Mulai 2027, Kontrak Lima Tahun Perkuat Ekspansi Global

24/04/2026 - 20:23 WIB

Konflik di Ruang Ganti Real Madrid, Alvaro Arbeloa Dikabarkan Berselisih dengan Raul Asencio

08/04/2026 - 21:28 WIB

Liverpool Incar Gelandang Muda West Ham Mateus Fernandes, Nilai Transfer Capai Rp1 Triliun

07/04/2026 - 21:43 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.