Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Inilah Disrupsi Bidang Energi Kata Arcandra

Inilah Disrupsi Bidang Energi Kata Arcandra

EKONOMI BISNIS redaksi19/03/2019 - 13:00 WIB

Menjadi narasumber pada acara Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia IX 2019 di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Arcandra Tahar memaparkan bahwa era disrupsi kini tidak hanya terjadi pada bidang teknologi, melainkan juga di sektor lainnya, seperti olahraga.

Ia mencontohkan pada olahraga tenis, saat ini penggemar tenis kian berkurang dan kurang diminati oleh kaum muda yang familiar disapa kaum millenial.

Meskipun begitu, Arcandra menerangkan bahwa olahraga tenis mampu men-disrupt dirinya agar tidak tergilas oleh jaman. Hal itu terbukti pada perhelatan Asian Games 2018 lalu dimana terdapat cabang olahraga soft tennis.

Wamen ESDM juga menjelaskan bahwa selain pada bidangolah raga, era disrupsi juga terjadi pada bidang energi. Karena kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia mencapai 1,4 juta barel per hari dengan produksi minyak mentah yang hanya sekitar 800 ribu barel per hari, maka Indonesia mengimpor 600 ribu barel minyak per hari.

“Sejak 2003-2004 kita adalah negara pengimpor crude BBM. Ketahanan energi kita akan sulit tercapai kalau sebagian besar energi berasal dari impor,” ungkap Arcandra di depan civitas akademika dari berbagai daerah di Indonesia, di Padang.

Lebih detail Arcandra mengatakan bahwa Kementerian ESDM sudah berusaha melakukan disrupsi bidang energi dengan memulai eksplorasi mencari minyak dan gas bumi. Meskipun begitu, Ia mengakui bahwa eksplorasi merupakan usaha yang dilakukan dalam jangka panjang, hingga minyak atau gasnya mengalir, setidaknya membutuhkan waktu sekitar 15-20 tahun.

“We have to disrupt ourselves. Apa yang kita disrupt, untuk jangka panjang kita harus memulai dengan eksplorasi mencari oil dan gas, sayangnya eksplorasi ini membutuhkan waktu 6-10 tahun. Kalau kita mengeksplor dan ketemu tahun ke-10 maka dibutuhkan 5-10 tahun lagi untuk bisa oil atau gas nya mengalir,” imbuh Arcandra.

Langkah lain yang dilakukan adalah disrupsi dalam hal kebijakan, seperti diungkapkan Arcandra, pada tahun 2017 lalu, Kementerian ESDM mengubah sistem fiskal yang lebih atraktif kepada para investor dalam penawaran blok-blok migas, dari yang sebelumnya cost recovery diubah menjadi gross split.

Ia menuturkan bahwa perubahan tersebut membawa dampak positif pada iklim investasi migas di Indonesia, dimana para investor menyambut baik sehingga blok migas yang ditawarkan pada tahun 2017 laku 5 blok dan 2018 laku 9 blok.

“Penawaran blok migas tahun 2015 dan 2016 tidak ada yang laku karena menggunakan cost recovery. Kita berani mendisrupt diri kita merubah paradigma kita, changing our fiscal regime menjadi gross split. Dengan gross split laku 5 blok di 2017 dan 2018 laku 9. Ini disruption yg kita lakukan di kementerian dalam hal policy,” pungkasnya. (ist)

Arcandra Tahar ESDM Wamen ESDM
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.