Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Inovasikan Kwetiau dari Beras Hitam

Inovasikan Kwetiau dari Beras Hitam

KESEHATAN redaksi03/12/2018 - 13:30 WIB

Pada kalangan masyarakat umumnya, produk pangan ini memiliki lebar 1cm, pipih dan berwarna putih. Karakteristiknya kenyal, elastis, dan sensasi dalam mulut yang lembut. Ya, itulah produk pangan kwetiau.

Melalui diskusi dengan dosen, Cindy Felicia Hardi mengembangkan variasi produk kwetiau menggunakan bahan baku utama beras hitam.

“Umumnya kwetiau menggunakan pati jagung-maizena, sedangkan dalam penelitian ini saya menggunakan pati gandum,” ungkap mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FTP UKWMS) ini.

Penambahan pati dapat membantu memperbaiki karakteristik kwetiau beras hitam karena adanya amilosa dan amilopektin yakni bagian dari pati yang memiliki perbedaan struktur sehingga karakter yang dihasilkan berbeda pula.

Menggunakan bahan baku utama yang berbeda, tentu kandungan gizi yang ada dalam kwetiau beras hitam berbeda pula. Kandungan serat, protein, dan senyawa antioksidan dalam bentuk antosianin dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih.

Menghasilkan variasi produk pangan ini, Cindy total membutuhkan waktu lima bulan agar didapatkan formula, tekstur dan karakteristik kwetiau yang dapat diterima masyarakat.

Untuk itu, Cindy melakukan pengujian terhadap 100 orang panelis. Hingga didapatkan hasil, kwetiau beras hitam dengan penambahan pati gandum sebesar 10% paling disukai, terutama untuk kekenyalan dan kesukaan terhadap kelembutan kwetiau saat di dalam mulut dari segi organoleptik.

“Jika dari segi kandungan gizi berbeda, namun rasa yang dihasilkan tidak terlalu berbeda. Hanya saja ada rasa khas yang mirip seperti ketika kita mengkonsumsi beras ketan hitam. Namun hal ini tidak terlalu berpengaruh,” ungkap dara kelahiran Banjarmasin ini.

Menggunakan beras hitam bukan berarti tanpa kendala, proses pembuatan terutama pada tahap pencetakan karena sulitnya mendapatkan permukaan adonan yang rata; dan pada tahap pengukusan untuk tetap menjaga suhu pengukusan. Merampungkan skripsinya, Cindy dibimbing Drs Sutarjo Surjoseputro MS dan Erni Setijawati STP MM.

Dara yang pernah bergabung dalam organisasi mahasiswa tingkat fakultas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP UKWMS ini menyatakan bahwa penelitian ini masih dapat dikembangkan, misal dari segi penyimpanan maupun variasi bahan.

Menuntaskan studinya, Cindy menyandang prestasi sebagai wisudawan Akademik Terbaik pada wisuda Oktober 2018 lalu. (ist)

Beras Hitam Cindy Felicia Hardi Fakultas Teknologi Pertanian Kwetiau Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.