Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Integrasi Teknologi Bebas Emisi Karbon

Integrasi Teknologi Bebas Emisi Karbon

PERISTIWA redaksi14/10/2022 - 14:00 WIB

Memperingati 50 tahun kontribusinya di bidang otomotif, Toyota Indonesia menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam penyelenggaraan Seminar Nasional 100 Tahun Industri Otomotif Indonesia, Selasa (11/10).

Seminar yang dihelat di Graha Sepuluh Nopember ITS tersebut mengulas persiapan era emisi net zero dengan teknologi energi terbarukan.

Mengawali sambutannya dengan sejarah revolusi industri, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng menyebutkan, ketidakseimbangan produksi karbon telah menjadi permasalahan global.

Indonesia sendiri telah mencanangkan untuk turut berperan menekan jumlah karbon hingga pada status netral per tahun 2060 mendatang. “Salah satunya dengan transisi kendaraan fossil fuel menjadi elektrik,” terang rektor dengan sapaan akrab Ashari ini.

Masalahnya, sambung Ashari, 60 persen sumber energi di Indonesia masih berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang turut menyumbang karbon dioksida (CO2). Oleh karena itu, kata kunci untuk mencapai Net-Zero Emission (NZE) adalah dengan penguasaan teknologi yang mendukung Energi Baru Terbarukan (EBT).

Ashari menyatakan, ITS menjadi pusat dilahirkannya riset teknologi EBT, terutama di bidang otomotif. Sebut saja produk sepeda motor elektrik GESITS yang sekarang sudah diperjualbelikan bahkan diekspor.

Tak hanya itu, guru besar Departemen Teknik Elektro tersebut mengungkapkan bahwa saat ini ITS sedang mendesain sepeda motor listrik untuk daerah pegunungan Papua lengkap dengan stasiun pengisian daya menggunakan energi matahari.

Melalui seminar ini, Ashari berharap kerja sama ITS dengan Toyota yang sudah berlangsung sejak 2014 selanjutnya bisa memunculkan rencana untuk menjalankan program konversi kendaraan dari bahan bakar minyak menjadi listrik. “Mari bersama-sama kurangi karbon dioksida,” tandasnya memotivasi.

Senada dengan Rektor ITS, Vice President Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) Nandi Julyanto menyatakan bahwa mewujudkan target NZE memerlukan kolaborasi antarsektor. Menurut Nandi, sangat penting untuk menyebarkan pemahaman NZE, terutama kepada kalangan generasi muda karena akan menjadi pionir era ekonomi hijau.

Dipaparkan Nandi, industri otomotif saat ini sedang bertransisi menuju elektrisasi dan energi ramah lingkungan. Toyota pun berkomitmen untuk berperan aktif menghadapi isu NZE dengan berfokus pada pengurangan emisi karbon dan efisiensi bahan bakar.

Langkah pasti yang sudah dilakukan adalah penggunaan EBT, antara lain dengan mempromosikan penggunaan bahan bakar biofuel dan proses produksi rendah emisi.

Tema seminar pun sangat sejalan dengan target bebas emisi nasional. Materi disampaikan oleh dua keynote speaker yang hadir secara virtual, yaitu Menteri BUMN RI Erick Thohir BA MBA tentang peran BUMN di sektor energi untuk transisi EBT menuju Net-Zero Emission (NZE), dan Direktur Jenderal Kementerian Perindustrian RI Dr Ir Taufik Bawazier MSi tentang energi hijau untuk industri otomotif berkelanjutan.

Ada pula sejumlah pembicara yang kompeten di bidang pengendalian emisi yang dihadirkan dalam seminar ini. Antara lain adalah Co-Founder dan direktur Indonesia Research Institute for Decarbonization (IRID) Paul Butarbutar yang membahas tentang kaitan sistem ekonomi rendah karbon dengan transisi EBT.

Materi kedua dibawakan oleh dosen ahli perubahan iklim yang juga mantan Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD tentang pengaruh EBT ke lingkungan dan perspektif akademia dalam tantangan.

Sedang materi ketiga dibawakan secara daring oleh Yoshiaki Ishimoto selaku Vice President Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing tentang peran otomotif industri untuk transisi EBT menuju NZE di Indonesia.

Tak hanya itu, dalam seminar nasional ini juga diadakan talk show dari tiga instansi yang terlibat dalam perwujudan NZE di Indonesia. Pembicara pertama adalah Direktur Utama PT PLN (Persero) Dr Darmawan Prasodjo yang membahas strategi PLN untuk transisi EBT menuju NZE.

Pembicara kedua adalah Gamal Imam Santoso, Direktur Utama PT Pertagas, yang bicara tentang roadmap dan energi transisi di PT Pertagas untuk karbon status netral. Terakhir, ada peneliti BRIN Prof Dr Eng Eniya Listiani Dewi BEng MEng MS yang bicara mengenai daya saing dan perkembangan EBT Teknologi di Indonesia untuk menunjang NZE.

Sebelum seminar nasional digelar, dilaksanakan pula kuliah umum yang dibawakan langsung oleh Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Bob Azam, Senin (10/10). Kuliah umum yang berlangsung di Gedung Teater A Kampus ITS ini mengusung tema Advance Automotive Green Technology Toward Carbon Neutral.

Pada kesempatan ini, untuk mendukung perkembangan para mahasiswa, Toyota Motor Manufacturing Indonesia juga menyerahkan dua unit mesin sebagai sarana pembelajaran praktikum bagi para mahasiswa ITS. (ita)

Integrasi Teknologi Bebas Emisi Karbon
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.