Investor Terus Masuk ke JIIPE Gresik
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Investor Terus Masuk ke JIIPE Gresik

Sedikit demi sedikit geliat investor terus masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Pekan lalu, salah satu industri di bidang makanan dan minuman skala besar, PT Pangansari, melakukan grounbreaking pembangunan pabrik di kawasan JIIPE.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang hadir langsung dalam peletakan batu pertama pabrik Pangansari ini berharap, berkembangnya industri di Kabupaten Gresik khususnya di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) bisa memberikan penguatan ekonomi Jatim dan menyerap secara masif tenaga kerja di Kabupaten Gresik dan Jawa Tinur pada umumnya.

“Saya yakin dan optimistis, peresmian Pabrik Pangansari ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi ketersediaan pangan di Jatim dan nasional, bahkan terus menembus pasar ekspor dengan menggandeng KUMKM (Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang ada di Jatim,” ungkap Gubernur Khofifah.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, untuk membangun perekonomian hingga menembus pasar ekspor, maka diperlukan sinergitas lebih kuat dengan KUMKM. Apalagi di Jatim, UMKM menyumbang 56,94 % PDRB.

Dengan luas area pabrik sebesar 2.73 ha, Pabrik Pangansari di JIPPE Gresik Jatim ini merupakan pabrik yang ke tiga setelah Pabrik Ciracas dan Purwokerto. Gubernur Khofifah menyatakan, bahwa industri mamin ini diharapkan dapat terus menembus pasar global dari Jatim.

Selain itu, Gubernur Khofifah pun berharap, dengan berdirinya Pabrik Pangansari ini dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Gresik dan Jawa Timur pada umumnya.

Saat ini tercatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Gresik sebesar 8,21 sementara rata-rata TPT Jatim sebesar 5,84 persen. Sehingga diharapkan para tenaga kerja dapat diutamakan penduduk asli Gresik. Baik tenaga kerja bangunan atau pertukangan sesuai kebutuhan pembangunan.

“Kehadiran Pangansari kita harapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya dari Gresik dan Jatim pada umumnya,” ungkap gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

PT. Pangansari sendiri adalah perusahaan dukungan makanan, logistik, ritel dan manajemen yang berbasis di Indonesia dengan kemampuan kelas dunia. Tak hanya itu, PSU merupakan perusahaan katering dan distribusi makanan industri terbesar di Indonesia, serta menyediakan layanan tata graha yang terintegrasi dan distribusi makanan ke lokasi penambangan dan eksplorasi energi jarak jauh.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pangansari Utama Food Resources (PUFR) Maghfur Lasah mengungkapkan, dengan kehadiran pabrik ke tiga ini diharapkan dapat mewujudkan sinergitas dalam industri pangan. Utamanya untuk meningkatkan ekonomi Jatim dan daerah di kawasan Kab. Gresik.

“Pangansari kedepan akan menjadi bagian dari perekonomian Jatim. Dengan bekerjasama dengan UMKM yang ada di Jatim agar sinergitas dan tujuan utama bisa tercapai. Setidaknya, 500 tenaga kerja kami harapkan bisa terserap dari adanya perluasan bisnis ini,” harapnya. (ita)