Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»ITS Dukung Program Huntara Semeru

ITS Dukung Program Huntara Semeru

KOMUNITAS redaksi22/01/2022 - 16:00 WIB

Dalam rangka program relokasi hunian warga dampak Awan Panas Guguran (APG) Semeru, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menurunkan tim mahasiswanya dari Departemen Teknik Geomatika untuk mendukung program tersebut.

Tim mahasiswa ini diberangkatkan dari gedung Departemen Teknik Geomatika ITS menuju Desa Sumbermujur, Kabupaten Lumajang, Kamis (13/01).

Setelah sebelumnya memberangkatkan 30 mahasiswa pada Desember 2021 lalu, ITS kembali memberangkatkan 10 mahasiswa Departemen Teknik Geomatika untuk mempercepat proses pembangunan hunian sementara (huntara) di daerah terdampak APG Semeru.

“Mahasiswa ITS berperan sebagai tim penyurvei untuk melakukan pengukuran dan pematokan tanah kavling,” tutur Kepala Subdirektorat Pengabdian kepada Masyarakat ITS Lalu Muhamad Jaelani ST MSc PhD.

Dosen Departemen Teknik Geomatika ITS yang akrab disapa Lalu ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang sendiri telah menyediakan lahan siteplan 40,55 hektare (ha) dari total lahan 79,60 ha kawasan relokasi di Desa Sumbermujur.

Tanah tersebut akan dibangun 2.000 huntara, sehingga memerlukan perhitungan akurat dalam pembagian tanah.

“Tim ITS difasilitasi alat ukur yang terdiri dari satu set total station dan reflektor,” terang Lalu sembari menyiapkan alat yang akan dibawa tim ITS.

Lalu juga menjelaskan bahwa dengan fasilitas alat ukur tersebut akan memudahkan dan mempercepat proses perhitungan luas tanah untuk selanjutnya dilakukan pematokan batas tanah tiap huntara. Mahasiswa hanya perlu meletakkan alat total station di titik yang ditentukan.

Sementara reflektor diletakkan lurus di depan total station sesuai dengan jarak patok yang diinginkan. Total station dan reflektor akan terpisah sejauh 14 meter untuk panjang dan 10 meter untuk lebar lahan. “Hasil pengukuran akan ditandai dengan patokan tanah,” tambah lelaki berkacamata ini.

Lebih lanjut, alumnus ITS angkatan 1999 ini mengatakan, program ini sekaligus menjadi platform pembelajaran akademik bagi mahasiswa Departemen Teknik Geomatika dan sebagai wadah mengasah softskill mahasiswa dalam bersosialisasi.

“Semoga aksi kemanusiaan ini dapat memberikan kebermanfaatan baik bagi mayarakat Lumajang serta mahasiswa relawan,” harapnya.

Tim mahasiswa yang dikoordinatori oleh Favian Adith Budiarto ini akan terbagi menjadi tiga tim berbeda dan akan bertugas hingga 23 Januari mendatang. Koordinator tim yang akrab disapa Adith ini juga mengungkapkan bahwa program tersebut adalah kesempatan bagi mahasiswa menjalankan perannya untuk mengabdi ke masyarakat.

“Harapannya, kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu agar masyarakat juga dengan cepat melakukan normalisasi kehidupan,” ujar Adhit. (ita)

Mahasiswa ITS Dukung Program Relokasi Hunian Dampak APG Semeru
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.