ITS Kembangkan Riset Kompor Pintar
PERISTIWA TEKNOLOGI

ITS Kembangkan Riset Kompor Pintar

Guna menjawab naiknya permintaan kebutuhan listrik saat ini, PT Indonesia Power (IP) berniat menghadirkan kompor listrik yang aman dan efisien untuk digunakan masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut, PT IP menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam program corporate social responsibility (CSR) memberikan bantuan dana penelitian untuk mengembangkan unit kompor pintar, Jumat (11/12).

Direktur Utama PT IP Muhammad Ahsin Sidqi yang terhubung secara daring menyampaikan bahwa program CSR ini dilakukan sebagai bentuk inovasi seperti halnya transformasi PT PLN (Persero) dalam menyokong kebutuhan listrik di tanah air.

“Sebagai anak perusahaan, kami mengikuti arahan PLN untuk mengembangkan transisi energi yang mudah digunakan, sehingga masyarakat dapat menikmatinya,” terang lelaki yang kerap disapa Ahsin ini.

Berkenaan dengan bentuk transisi energi listrik ini, Direktur Bisnis Regional Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto mengutarakan, salah satunya dilakukan dengan keinginan mengembangkan kompor listrik dengan teknologi baru yang bisa diterima dan digunakan oleh masyarakat, seperti halnya masyarakat menggunakan kompor minyak atau kompor gas. Pasalnya, selama ini penggunaan kompor listrik kurang familiar di masyarakat.

Untuk itu, Wiluyo mengharapkan, kompor pintar berbasis listrik tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut oleh ITS sampai nantinya menjadi produk lokal yang diterima masyarakat. Hal ini sejalan dengan transformasi PLN yang ingin menggenjot electric-lifestyle.

“Di mana semua gaya hidup termasuk kendaraan dan peralatan rumah tangga menggunakan listrik dari green product yang relatif lebih bersih dan ramah lingkungan, sehingga mengaplikasikan pengembangan energi baru dan terbarukan,” jelasnya.

Kembali Ahsin menambahkan, kompor pintar ini memiliki efisiensi sebesar 78 persen, sehingga lebih efisien dari kompor gas. Kompor ini pun nantinya dirasa akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari segala kelas karena fleksibel dan dapat disesuaikan dengan tingkat daya listrik setiap rumah mulai dari 200 W hingga 2200 W. “Nantinya, dari riset ITS, diharapkan akan mengukur lebih lanjut tingkat efisiensinya,” ucapnya.

Menyambut baik sinergisitas ini, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menilai rekam jejak hubungan ITS dan PLN Group terbilang cukup dekat. Kedekatan ini semakin berlanjut dan harapannya bisa terus memberikan manfaat bagi bangsa, negara, dan institusi.

Dirinya mengakui transisi energi tentang kompor pintar ini menjadi suatu hal yang menarik perhatian. “Sehingga kami akan mencoba untuk melakukan reverse-engineering,” tutur rektor yang kerap disapa Ashari ini.

Dengan memegang konsep dari PT IP, Guru Besar Teknik Elektro tersebut mengatakan bahwa ITS telah menyiapkan beberapa dosen ahli dalam penelitian ini, salah satunya adalah ahli listrik bertegangan tinggi.

Antusiasme dari para ahli di ITS, termasuk di antaranya yang terkait dengan bidang ahli kelistrikan ini seperti Departemen Teknik Elektro dan Teknik Mesin sangat besar dan langsung tertarik sekaligus bersedia melakukan riset. “Mudah-mudahan bisa menjadi produk lokal dari ITS karena ITS sedang bertekad untuk fokus pada inovasi,” ujar lelaki berkacamata ini.

Sejalan dengan visi electric-lifestyle yang disampaikan pihak PLN, Ashari menilai hal ini sesuai dengan produk-produk yang telah dikembangkan ITS melalui empat klaster dari Science Techno Park (STP) ITS.

Mulai dari sepeda motor GESITS yang berdaya listrik dari klaster otomotif, robot pintar RAISA dari klaster ICT Robotics, mobil listrik tanpa awak (i-Car) yang yang mampu berjalan sesuai rute sampai dengan kapal tanpa awak (i-Boat) dari klaster maritim untuk mengirimkan logistik ke pulau-pulau.

Sukses menekuni pengembangan inovatif tersebut, Ashari mengatakan ITS menerima kompor pintar ini dengan rasa penasaran dan akan segera mencoba untuk merekonstruksi dengan komponen local. Sehingga bisa dibuat lebih murah, mudah, dan berkapasitas banyak agar dapat diterima masayarakat.

Tentunya, lanjut Ashari, hal ini akan menjadi sebuah perubahan yang luar biasa kalau bisa diimplementasikan dalam waktu dekat. “Kami atas nama ITS mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama, semoga hasilnya dapat diterima dan dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya. (ita)