Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari
  • Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital
  • Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata
  • Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping
  • Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya
  • Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare
  • Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT
  • Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Jateng Gencarkan Pertanian Organik

Jateng Gencarkan Pertanian Organik

EKONOMI BISNIS redaksi31/10/2022 - 12:00 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan pertanian organik mengingat produksinya yang sehat, ramah lingkungan, juga laku di pasar luar negeri. Pemprov pun mendorong petani agar bisa memanfaatkan pertanian organik.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto mengatakan, pertanian organik di Jawa Tengah sebenarnya sudah ada sejak lama. Dan, akhir-akhir ini berkembang luar biasa.

“Jadi petani organik itu sangat mudah, sangat murah, karena bahan bakunya bisa didapat di lingkungan sekitar. Ilmunya tidak harus sekolah tinggi, banyak teknologi, banyak sarana, banyak alat, banyak materi yang bisa diolah jadi pupuk,” kata Supriyanto, ditemui saat Soropadan Agro Festival di Kabupaten Temanggung, Selasa (25/10).

Menurutnya, di antara penyebab peningkatan permintaan terhadap produk pertanian organik, karena tuntutan pupuk subsidi yang semakin sulit karena penyalurannya makin terbatas. Sesuai Permentan 10/2022, pupuk yang disubsidi hanya urea dan NPK.

Bahkan, imbuh Supriyanto, komoditas yang boleh mendapatkan pupuk subsidi itu juga dibatasi. Dari 76 komoditas menjadi sembilan komoditas. Seperti, tanaman pangan ada tiga, yakni padi, jagung, dan kedelai. Untuk perkebunan, melingkupi kopi, tebu, tembakau. Sementara, hortikultura ada bawang merah, bawang putih, dan cabai.

“Dari itu banyak sekali petani yang bergerak ke arah organik, baik mandiri maupun harus kami dorong, kami bina, kami fasilitasi,” ujarnya.

Supriyanto mengatakan, prospek pasar pertanian organik juga cerah. Banyak orang yang menggunakan produk pertanian lantaran lebih sehat. Namun, untuk pasar ekspor, petani organik harus menyesuaikan kualitas agar mendapatkan sertifikasi produk organik.

“Kami sudah banyak memfasilitasi itu. Beras sudah sampai Eropa, kopi sampai Eropa banyak, Jepang masuk juga, sayuran ada juga organik,” terangnya.

Secara umum di Jateng, beber Supriyanto, organik murni yang sudah bersertifikasi di kisaran 15 persen. Tapi kalau menuju organik dalam arti pertanian sehat itu, sudah mendekati 40 persen.

“Kalau pertanian sehat ya karena ini terkait dengan pasar. Harganya jauh lebih mahal . Pasarnya atau segmentasi pasarnya masih terbatas,” ucapnya.

Dijelaskannya, permintaan ekspor antara produk organik dan anorganik di Jateng kisarannya 50 persen-50 persen. Dia mencontohkan, permintaan beras organik ke Belanda mencapai sekitar 900 ton, dan belum tercukupi semuanya. Atau beras ke Timur Tengah yang juga belum tercukupi.

“Insyaallah kita support. Jawa Tengah support Indonesia untuk berproduksi pangan organik. Semua bergerak ke sana. Go organik kita jalani,” imbuhnya. (hms)

Jateng Gencarkan Pertanian Organik
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata

06/06/2026 - 12:00 WIB

Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping

06/06/2026 - 11:51 WIB

Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya

06/06/2026 - 11:40 WIB

Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare

06/06/2026 - 11:22 WIB

Comments are closed.

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata

06/06/2026 - 12:00 WIB

Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping

06/06/2026 - 11:51 WIB

Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya

06/06/2026 - 11:40 WIB

Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare

06/06/2026 - 11:22 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.