Jatim-Babel Perluas Kerjasama Perdagangan
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Jatim-Babel Perluas Kerjasama Perdagangan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan kegiatan Misi Dagang dan Investasi sebagai upaya mempertemukan, memperluas, dan memperkuat perdagangan dan perluas pasar antar daerah.

Terbaru, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan Misi Dagang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Soll Marina Hotel Pangkal Pinang, Selasa, (24/05). Ia didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jatim Drajat Irawan, KADIN, IWAPI, HIPMI, BUMD Jatim dan pelaku usaha dari Jawa Timur.

Sementara dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diwakili Sekda Kepulauan Bangka Belitung Naziarto, KAFIN, IWAPI, HIPMI serta BUMD Babel serta pelaku usaha lainnya.

Kegiatan Misi Dagang bertema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas Antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” dikemas dalam bentuk Forum Temu Bisnis.

Yakni dengan mempertemukan Pelaku Usaha Jawa Timur dengan Pelaku Usaha Kepulauan Bangka Belitung untuk memfasilitasi upaya peningkatan nilai transaksi perdagangan antar provinsi melalui kesepakatan bisnis.

Total sebanyak 200 pelaku usaha mengikuti kegiatan Misi Dagang dan Investasi yang terdiri dari 56 pelaku usaha asal Jatim. Sedangkan dari Provinsi Bangka Belitung diikuti 117 pelaku usaha.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan, Misi Dagang adalah kegiatan mempertemukan para pelaku usaha/calon penjual (eksportir) dengan para pembeli potensial (buyers) dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan kegiatan berbentuk G-to-B (Government to Business) dan B-to-B (Business to Business).

“Selain itu, Misi Dagang bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan antara penjual dan pembeli guna memperlancar arus informasi barang dan pasar. Sehingga dapat terjadi secara lebih kuat dan akurat. Potensi terjadinya kesepakatan bisnis menjadi lebih besar,” jelasnya.

“Menjadi bagian dari penguatan serta memberikan nilai tambah diantara kedua Provinsi,” imbuhnya.

Kegiatan Misi Dagang dan Investasi tersebut dibuka pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 18.10 WIB, jumlah transaksi misi dagang mencapai total Rp 104,5 miliar.

“Ini adalah proses genderang yang ditabuh untuk selanjutnya ada proses yang bisa memberikan keberlanjutan transaksi antara trader dan buyer dari kedua provinsi,” ungkapnya.

Jumlah tersebut, kata Khofifah, masih akan terus bertambah mengingat komoditi yang disediakan terbilang cukup banyak.

Merespon hasil menggembirakan tersebut, Gubernur Khofifah optimistis peningkatan kualitas layanan dan proses pemerintahan bisa memberikan penguatan di masing-masing provinsi untuk diikhtiarkan bersama-sama.

“Tadi, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bangka Belitung sudah bekerja sama dengan Kadin Jatim. Ini akan menjadi pintu masuk proses pendampingan bagi pelaku UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingat KADIN Jatim telah nemiliki lembaga pendidikan pendampingan UMKM yang telah tersertifikasi,” tuturnya.

Gubernur Khofifah berharap, penandatanganan MOU kedua provinsi, baik pemerintah dengan pemerintah, institusi dan pengusaha, semuanya dapat berjalan efektif. “Saya ingin mengundang elemen strategis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk ke depan membahas apa yang bisa dibangun antara Bangka Belitung dengan Jatim,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menekankan Misi Dagang tidak sekadar membawa barang. Melainkan berkelanjutan secara strategis ke depan. Sehingga, ada penguatan bagi masing-masing SDM, baik di provinsi Jatim maupun Provinsi Bangka Belitung.

“Kalau ada nilai tambah di Jatim, silakan datang. Begitu pula sebaliknya potensi wisata dan kekayaan SDA di Bangka Belitung bisa disambungkan dengan industri di Jatim,” tandasnya. (ita)