Jogoboyo Kecam Anarkisme Demo
KOMUNITAS PERISTIWA

Jogoboyo Kecam Anarkisme Demo

Sejumlah tokoh dan arek-arek Surabaya dari berbagai organisasi yang menamakan diri Jogoboyo (Jogo Suroboyo) mengutuk keras tindakan brutal dan anarkisme yang dilakukan ribuan demonstran yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Surabaya, Kamis (08/10).

“Demo silahkan. Menyampaikan aspirasi monggo. Tapi, jangan rusak kota kami. Jangan bikin gaduh di kota kami, Surabaya,” kata Djadi Galajapo, jurubicara Jogoboyo, berapi-api.

Sebab, kata Djadi, anarkisme dan vandalisme yang dilakukan ibarat menggugah macan tidurnya arek-arek Surabaya yang selalu wellcome pada semua pendatang.

“Kami memang kecolongan kemarin. Tapi besok, tidak lagi. Kami berjaga. Kami bersiap. Kami akan gebuk, siapapun yang mengacak-acak Surabaya,” tegas tokoh seniman Suroboyo.

Hal senada, juga disampaikan H Ahmad Badrut Tamam. Aktivis yang juga Ketua LPMK Perak Timur bertekad akan membabat habis, pendatang yang merusak Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) kota kelahirannya.

“Surabaya ini kota Pahlawan. Apa pingin ada kejadian Jenderal Mallaby kedua Surabaya,” kecam inisiator Jogoboyo seraya mengisahkan bagaimana dramatisnya panglima tertinggi Inggris itu tewas di tangan arek-arek Surabaya kala itu.

Guna mengantisipasi brutalisme dan vandalisme yang dilakukan pendatang dalam melakukan demo, Jogoboyo melakukan pamswakarsa. Terlebih disaat akan adanya aksi. Baik yang dilakukan kaum buruh, mahasiswa maupun elemen lainnya di Surabaya.

Dalam waktu dekat, Jogoboyo yang aklamasi memilih Kusnan dari Paguyuban Arek Suroboyo (PAS) sebagai Koordinator dan Ita Siti Nasyi’ah jurnalis senior sebagai Sekretaris melakukan audiensi ketiga pilar, yaitu Kapolres Surabaya, Wali Kota Surabaya dan Korem 084 / Bhaskara Jaya.

Tujuannya, organisasi dengan tagline “Taliduk Tali Layangan, Awak Sithuk Ilang-Ilangan” itu melakukan koordinasi menjaga Surabaya agar selalu aman dan kondusif. (sak)